Liga Italia

Timnya Menang 27-0, Seorang Pelatih Klub Sepakbola Ini Malah Dipecat

Sedangkan Riccini memberika pembelaannya ketika dipecat dan dianggap tidak menghormati lawannya

Editor: Adrian Yunus
Instagram @pallaallincrocio
Timnya Menang 27-0, Seorang Pelatih Klub Sepakbola Ini Malah Dipecat Massimiliano Riccini dipecat setelah timnya,Invicta Sauro menang 27-0 melawan Marina Calcio pada lanjutan laga kompitisi U-18 di Italia, Sabtu (16/11/2019). 

SRIPOKU.COM - Seorang pelatih sepakbola tentu diwajibkan untuk menginstruksikan pemainnya mencetak gol agar memenangkan pertandingan, tapi bagaimana jika tim anda menang dan mencetak 27 gol dalam satu pertandingan, anda sebagai pelatih malah dipecat?

Hal ini terjadi kepada Massimiliano Riccini, pelatih yang menangani tim muda Invicta Sauro.

Dia dipecat setelah timnya menang 27-0 melawan Marina Calcio pada lanjutan laga kompetisi U-18 di Italia, Sabtu (16/11/2019).

Dikutip Tribunnews dari Footbal-Italia.net, Presiden klub, Paolo Brogelli, mengatakan alasan pemecatan tersebut karena Riccini dianggap tidak menghormati musuhnya.

Terlebih, menurut Brogelli, itu adalah pertandingan tim muda.

"Kami terkejut dan sangat menyesal ketika mendengar tim muda kami mengalahkan Marina Calcio 27-0."

"Nilai dari tim yang berisi pemain muda dalam sepakbola sangat bertentangan dengan yang terjadi hari ini, musuh seharusnya lebih dihormati, namun hal itu tidak terjadi hari ini," ungkap Brogelli.

Ia juga meminta maaf kepada tim Marina terhadap hasil pertandingan tersebut, sambil mengumumkan pemecatan Massimiliano Riccini.

"Sebagai Presiden, saya meminta maaf kepada tim Marina, saya juga mengumumkan bahwa kami dalam hal ini direktor klub menyatakan secara bulat, untuk memecat Riccini."

"Pelatih kami memiliki tanggungjawab untuk melatih pemain muda, tapi diatas itu juga mmengedukasi mereka, dan itu tidak terjadi hari ini" jelas Brogelli.

Sedangkan Riccini memberika pembelaannya ketika dipecat dan dianggap tidak menghormati lawannya.

"Apa yang harus saya lakukan? meminta pemain saya membiarkan musuh mencetak gol?" ujarnya.

Baginya akan lebih memalukan jika dia hanya menginstruksikan para pemainnya untuk mengoper bola dan menguasai bola lawan Marina.

"Itu akan lebih memalukan jikan kami bermain mengumpan bola dan bermain menahan bola melawan mereka, jika kami berhenti bermain."

Dirinya bahkan sudah meminta untuk menghentikan pertandingan di babak pertama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved