Curhat Lirih Putri Bungsu dari Mayat Terkubur di Mushala Rumah, Ayah Sering Minta Saya Pulang

Sebagai anak kandung, penemuan mayat ayahnya yang dikubur dicor semen di balik lantai mushala rumah menyisakan tragedi untuk Muafatim (20).

Tayang:
Editor: Refly Permana
Sri Wahyunik/Surya
Curhat Lirih Putri Bungsu dari Mayat Terkubur di Mushala Rumah 

Surono memang membeli sepeda motor CBR itu.

Setelah memintanya pulang, Fatim tidak lagi pernah berbicara dengan sang ayah.

Apalagi di bulan April, Bahar memberitahu ayahnya sudah pindah ke Lombok.

Fatim tidak mencurigai apapun.

Hanya saja, dia kerap resah karena tidak pernah mendapat kabar dari ayahnya.

Fatim yang beberapa kali meminta nomor telepon Surono kepada Bahar juga tidak pernah diberi.

Bahkan Bahar menjawab kalau ibu tirinya alias istri Surono galak dan tidak ingin Surono berhubungan dengan keluarga di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo.

"Katanya bapak juga ganti nomor telepon," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Pada Juni 2019, Fatim pulang ke rumah.

Ketika itu, ibunya, Busani sudah menikah siri dengan JM.

Dapur rumahnya yang awalnya berdinding gedhek dan berlantai tanah, sudah dibangun menjadi dapur permanen yang berkeramik.

Dapur itu dibangun oleh sang ibu.

Di dapur itu pula, sebuah tempat shalat berada.

Fatim yang sempat resah beberapa kali, tidak bisa berbuat banyak karena cerita ayahnya sudah menikah lagi dan tinggal di luar pulau.

Selama tinggal di rumah itu, setelah kembalinya dia dari Malaysia, Fatim dua kali bermimpi sang bapak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved