Curhat Lirih Putri Bungsu dari Mayat Terkubur di Mushala Rumah, Ayah Sering Minta Saya Pulang

Sebagai anak kandung, penemuan mayat ayahnya yang dikubur dicor semen di balik lantai mushala rumah menyisakan tragedi untuk Muafatim (20).

Editor: Refly Permana
Sri Wahyunik/Surya
Curhat Lirih Putri Bungsu dari Mayat Terkubur di Mushala Rumah 

SRIPOKU.COM - Sebagai anak kandung, penemuan mayat ayahnya yang dikubur dicor semen di balik lantai mushala rumah menyisakan tragedi untuk Muafatim (20).

Terlebih, yang menghabisi nyawa Surono tak lain adalah kakak dan ibu kandungnya sendiri, yakni Bahar dan Busani.

Fatim, panggilan akrab perempuan yang baru melahirkan 22 hari lalu itu, mengatakan dirinya baru kembali ke rumah orangtuanya enam bulan lalu, sekitar bulan Juni.

Sebelumnya, dia bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Perempuan itu bekerja setahun di negeri jiran itu.

Ketika kembali ke rumah itu di bulan Juni, sang ayah sudah tidak ada di rumah itu.

Pada bulan April, dia mendapatkan kabar melalui telepon dari sang kakak, kalau ayahnya menikah lagi dan tinggal di Lombok.

Fatim hanya bisa pasrah.

"Saya kaget tapi mau gimana lagi, akhirnya hanya bilang ya sudah mungkin tidak jodoh sama ibu," tutur Fatim yang ditemui Surya, Sabtu (9/11/2019).

Fatim mengaku di bulan Maret, dia masih berbicara dengan Surono melalui telepon.

Surono memintanya segera pulang ke rumah.

"Karena sepeda motor yang saya minta sudah dibelikan. Saya kan minta sepeda motor CBR 150.

Bapak bilang disuruh nunggu, kalau ada rejeki akan dibelikan.

Sebelum dibelikan, saya berangkat kerja ke Malaysia.

Sampai bulan Maret itu telepon saya, nyuruh saya cepat pulang karena sepeda motor sudah dibelikan," imbuh Fatim.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved