Promosikan Diri Butuh Handphone di Facebook, Remaja di Palembang Ini Dibacok Dua Sahabat Karib

Dua sahabat karib nekat merampok seorang remaja dengan membacok korban untuk membawa lari uang Rp 950 ribu.

sripoku.com/andyka wijaya
Dua sabahat pelaku curas, ketika diciduk unit Tekab 134, Polrestabes Palembang, pimpinan Kanit Tekab 134, Iptu Tohirin. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Irwansyah als Iwan (23), warga Jalan Pangeran Antasari, Lorong Basawah, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan IT I, dan Rm Afrizani als Eza (19) Jalan Pangeran Antasari, Lorong Khotib, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, diamankan unit Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Polrestabes Palembang di rumahnya masing-masing, Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 10.00.

Keduanya diamankan lantaran ulahnya melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP yang korbannya M Agus Rahmat (19) mengalami luka bacok dan kehilangan uang Rp 950 ribu.

"Kedua pelaku ini ditangkap anggota kita yang dipimpin Kanit Tekab, Iptu Tohirin di rumahnya masing-masing tanpa adanya perlawanan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara.

Kemudian anggota Tekab 134 langsung membawa kedua pelaku ke Polrestabes Palembang beserta barang bukti yang didapatkan dari tangan pelaku satu buah senjata tajam (sajam) jenis parang dan satu unit ponsel.

Untuk kejadian sendiri, lanjut dia mengatakan, terjadi pada 1 November 2019 lalu sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Segaran depan nasi goreng Slamet Palembang.

Dimana korban tercatat sebagai warga Jalan Sukabangun I, Lorong Kito, Gang Amal, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami memposting di medsos Facebook untuk mencari ponsel jenis Android dengan dana Rp 1 juta dan menampilkan nomor Whatsapp agar bisa dihubungi.

Setelah 30 menit pasca mempostingnya di Facebook, pelaku Eza lalu menghubungi korban dan terjadilah kesepakatan harga dan lokasi pertemuan.

Setelah bertemu dengan pelaku, korban menyerahkan uang Rp 950 ribu kepada pelaku.

Lantas menanyakan ponsel yang di jual oleh pelaku, namun karena layar ponsel tersebut terkunci pelaku memanggil saudara untuk membuka layar ponsel.

Setelah ponsel di tangan korban tidak lama kemudian datang pelaku lainnya Iwan langsung merampas ponsel yang sudah di beli dan membacok korban dengan parang.

Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 950 ribu serta mengalami luka bacok, atas kejadian tersebut korban merasa dirugikan dan melapor ke polresta palembang.

"Atas laporan korban anggota kita melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya masing-masing," ungkapnya.

Sedangkan, Pelaku Eza mengakui perbuatannya telah melakukan tindak pidana Curas yang dilakukan bersama Iwan.

"Ya pak saya melakukannya bersama Iwan, kalau saya sebagai pengalih perhatiannya dimana melakukan transaksi dengan korban. Sedangkan Iwan sebagai eksekutor melakukan pembacokan terhadap korban," tutupnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved