Blanko KTP El di Sumsel Dijatah 500 Per Bulan, Terkini Masih 10 Ribuan Warga yang belum Buat

Biasanya dapat ribuan blanko tapi sekarang jatahnya 500 saja tiap bulan per kabupaten/kota.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rahmaliyah
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumsel, Herfiansyah Djarab saat dijumpai di Kantornya, Kamis (7/11/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Blanko KTP Elektronik (KTP El) dijatah oleh Kementerian Keuangan membuat krisis blanko, tak terkecuali di Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumsel, Herfiansyah Djarab, mengatakan pembatasan kuota penyedia blangko KTP Elektronik bukan hanya terjadi di Sumsel, namun hampir daerah lainnya di Indonesia mengalami hal serupa.

"Biasanya dapat ribuan blanko tapi sekarang jatahnya 500 saja tiap bulan per kabupaten/kota.

Besarannya jauh sekali.

Ini sudah sejak Agustus kemarin terjadi," jelasnya saat dijumpai di Kantor Dukcapil Provinsi Sumsel, Kamis (7/11/2019).

Ia menambahkan, hal ini sangat berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

Padahal, di Sumsel ada 17 kabupaten/kota yang setiap harinya melayani pencetakan KTP El.

Oleh karenanya, dengan adanya keterbatasan jumlah bangko KTP El di Sumsel dirinya berharap agar masyarakat dapat memahami dan mengerti terkait hal ini.

“Harapan kami masyarakat bisa bersabar jika belum mendapatkan KTP El, kami memprioritaskan pencetakan untuk perekaman baru," jelasnya.

Selain itu, Herfiansyah berharap kedepan ada kebijakan terkait dengan ketersediaan blangko KTP El.

“Kita ingin agar ada solusi atas masalah ini.

Sebab dampaknya pada masyarakat ini sendiri.

Apalagi tiap hari banyak permintaan pembuatan dan pencetakan KTP El dan masyarakat berharap bisa mendapatkan KTP El,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdukcapil Sumsel, masyarakat di Sumsel yang sudah melakukan perekaman untuk KTP El saat ini tercatat sekitar 5.882.034 atau 99,8 persen.

Sementara wajib KTP El di Sumsel tercatat mencapai 5.892.508.

Dimana perekaman paling banyak ada di Kota Palembang dengan 1.216.799 penduduk.

Sedangkan yang terendah itu Kota Pagar Alam yang hanya 105.857 penduduk.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved