Transaksi Mencurigakan di Sumsel, PPATK:Palembang Terbesar dari Perorangan dan PNS, Siapa Pelakunya?

Transaksi Mencurigakan di Sumsel, PPATK:Palembang Terbesar dari Perorangan dan PNS, Siapa Pelakunya?

Editor: Hendra Kusuma
Ist
Transaksi Mencurigakan di Sumsel, PPATK:Palembang Terbesar dari Perorangan dan PNS, Siapa Pelakunya? 

Aliran dana sebesar Rp 2 triliuan, diantara Transaksi Mencurigakan di Sumsel,

PPATK:Palembang Terbesar dari Perorangan dan PNS, Siapa Pelakunya?

SRIPOKU.COM-Transaksi Mencurigakan di Sumsel, PPATK:Palembang Terbesar dari Perorangan dan PNS, Siapa Pelakunya?

Meski tidak menyebutkan siapa pelaku dari transaksi mencurigikan di Sumsel, namun 

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan sepuluh tahun terakhir ditemukan transaksi mencurigakan di Provinsi Sumatera Selatan.

Hal merupakan peringatan bagi pelaku usaha, perorangan, swasta dan PNS bahkan yang sudah pensiun untuk insyaf, bahkan aktivitas keuangan perbankan khususnya dipantau oleh pemerintah pusat.

Apalagi jika dalam transaksi mencurigakan ini terinsikasi tindak pidana kejahatan terutama korupsi, terorisme dan tindak kejahatan lainnya.

Transaksi mencurigakan di Sumsel itu mencapai 7616 transaksi.

Dari total jumlah tersebut nilai transaksi mencurigakan mencapai Rp 2 triliun lebih.

"Kota Palembang paling besar transaksi mencurigakan. Lubuklinggau nomor dua," kata Badaruddin.

Temuan itu diungkapkan Badaruddin saat berkunjung ke kantor Graha Tribun Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Palembang, Selasa (29/10/2019).

Badaruddin mengatakan, dari ribuan transaksi mencurigakan di Sumsel, mayoritas penipuan berjumlah 2745 transaksi atau 71 persen, korupsi sebesar 8 persen dan kejahatan perbankan mencapai 429 kasus atau 11 persen.

Sedangkan kasus transaksi mencurigakan untuk terorisme tercatat 11 kasus.

"Secara nasional Sumsel masuk 10 besar atau nomor delapan nasional dan nomor tiga di Sumatera di bawah Medan dan Kepri," kata Badaruddin.

Kiagus Ahmad Badaruddin pulang kampung bersama Ketua Kelompok Humas PPATK M Natsir Kongah dan staf PPATK Andi Prasetio.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved