News Video Sripo

Cerita Bunga, Juru Parkir Cantik di Cinde Palembang '' Tak Ada Yang Salah Atas Propesi Saya ''

Cerita Bunga, Juru Parkir Cantik di Cinde Palembang '' Tak Ada Yang Salah Atas Propesi Saya ''Tak Ada Yang Salah Atas Propesi Saya, Semua Saya Jalani

Tak Ada Yang Salah Atas Propesi Saya, Semua Saya Jalani Untuk Sibuah Hati

Laporan Wartawan Sripoku.com-Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Bekerja dilapangan dangan tugas yang cukup berat dengan tantangan yang tak biasa, kebanyakan orang beranggapan hal tersebut hanya akan dilakukan oleh kaum laki-laki saja.

Namun hal tersebut nampaknya dibantah oleh seorang wanita mudah, bersemangat, Bunga Shafira yang memilih melakoni pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum laki-laki, yaitu menjadi seorang Juru Parkir.

Bunga panggilan sehari-harinya bekerja menjadi seorang juru parkir di kawasan Cinde Kota Palembang.

Saat ini umurnya masih terbilang sangat muda, berumur 20 tahun, wanita ini merupakan orang tua tunggal untuk anak semata wayangnya.

Wanita yang sebelumnya perna mengenyam pendidikan di SMK N 6 Kota Palembang ini, memutuskan untuk menikah muda.

Bunga dikarunian seorang anak dari pernikahannya tersebut, namun sayangnya pernikahan tersebut tidak berjalan lama, hal ini pula yang menjadikan Bunga kuat menjalani hidupnya.

"Saat ini sang anaklah yang menjadi semangat hidup saya. Saya akan terus berjuang untuknya,"ujarnya penuh semangat.

Wanita yang perna mengambil jurusan tata boga di semasa sekolahnya tersebut perna bekerja di sebuah toko dan mini market.

Hanya saja hal tersebut tidak lama ia jalani, dikarenakan saat itu sang anak masih sangat kecil, dan membutuhkan dirinya.

"Karna saat itu saya masih menyusui, jadi tidak bisa terlalu lama jauh dari anak. Kasian dia masih sangat kecil,"ujar Bungga, Senin(28/10/2019).

Cerita Haru Si Juri Parkir Cantik di Momen Sumpah Pemuda, Ada Kebahagiaan Dibalik Kesulitan Profesi

Herman Deru : Jadilah Pemuda yang Bermoral dan Berkarakter Tangguh

Saat ini sang anak telah menginjak umur 2 tahun, demi mencukupi kebutuhannya, Bunga harus kembali bekerja.

Menjadi Juru Parkir, dijalani Bungga sudah selama kurang lebih satu tahun.

Dengan penghasilan 50-150 ribu sehari, bagi Bunga hal tersebut cukup untuk anak dan dirinya.

Tidak memiliki keterikatan waktu, membuat Bunga bisa bertemu dengan anak kapan saja, hanya saja Bunga tidak membawa anaknya ikut ia bekerja, sang anak dititipkan kepada bibinya.

"Kasian kalau harus dibawa, panas dan debu. Biar dia main di rumah bibi saja,"ujarnya menceritakan anaknya.

Bagi Bunga menjadi juru parkir tidak ada salahnya, juru parkir juga pekerjaan halal, masih dibutuhkan tenaga untuk hal tersebut, bukan semata-mata meinta uang lalu menghilang, jelasnya.

Tak Hanya Ada di India, Deretan Artis Tanah Air Ini Ikut Meriahkan Acara Diwali, Intip Potretnya!

"Kita harus susun rapi setiap kendaraan (terutama motor), menjaga helm mereka, dan mengatur saat kendaraan masuk dan keluar," jelasnya.

Semua itu tugas kami sebagai juru parkir, kalau masalah angkat-angkat motor itu sudah biasa, kalau yang motor besar biasanya saya dibantu salah satu rekan juru parkir lainya, sambungnya.

Suka duka menjadi juru parkir wanita sudah ia rasakan.

Seperti ada pemilik kendaraan yang marah karena motornya di pindah-pindahkan, bahkan ada pemilik motor yang lari tidak mau bayar perna Bunga temui.

Selain itu persaingan tidak sehat antar juru parkir pun kadang ia temukan.

"Kadang sesama juru parkir sering iri. Dibilangnya lah di tempat kita jaga ini tidak aman,"ujarnya.

Sebaiknya Anda Mulai Kurangi Penggunaan Earphone, Ini Alasannya

Tak hanya itu, ada saja pemilik kendaraan yang tidak mau bayar uang parkir, dan marah kalau motornya dipindah-pindahkan, sambungnya.

Namun semua itu Bunga nikmati semua, bagi nya itu sudah menjadi tantangan atas keiklasannya selama bekerja.

"Saya berdoa saja, semoga jadi lahan ibada saya. Kita iklhaskan saja,"ujar Bunga dengan tawa manisnya.

Mengenakan hijab dengan rompi berwarna hijau bertulisan Juru Parkir pada bagian belakangnya, sama sekali tidak membuat Bunga Shafira merasa malu.

Baginya dengan rompi tersebut dia lebih baik daripada orang-orang yang tidak bekerja atau hanya sekedar meminta-minta.

Keindahan Dibalik Gunung Dempo Pagaralam, Gunung Tertinggi di Sumsel Dijuluki Surga Bumi Sriwijaya

"Tidak ada yang salah dengan pekerjaan saya. Tidak apa jika dianggap rendah, bagi saya pekerjaan ini pekerjaan yang halal untuk saya dan buah hati tercinta,"ujarnya.

Saya akan lakukan semua yang terbaik, bagi buah hati tercinta, agar ia dapat hidup layak sebagaimana mestinya anak-anak lainya.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Rahmad Zilhakim
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved