Meski Baru Saja Ditertibkan Pol PP, Pedagang Tetap Pilih Berjualan di Bahu Jalan

Pasca penertiban beberapa waktu lalu ratusan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jl Sudirman kini kembali ke bahu jalan.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Para pedagang saat berjualan di bahu jalan Pasar Inpres Kota Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Pasca penertiban beberapa waktu lalu ratusan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jl Sudirman Pasar Intruksi Presiden (Inpres) Kota Lubuklinggau kini kembali kejalan.

Pantauan tribunsumsel.com di lapangan, pedagang yang berjualan di atas trotoar sepanjang JL Sudirman menuju Pasar Inpres rata-rata didominasi oleh pedagang sayur-sayuran.

Bahkan beberapa pedagang ikan dan ayam kembali berjualan dibahu jalan, mereka membuat tenda dan menaruh lapak kecil yang mereka gunakan untuk menggelar dagangan.

Sementara untuk pedagang daging di depan Pasar Inpres juga terlihat kembali berjualan.

Mereka kembali berjualan dengan membuat lapak baru yang terbuat dari besi tenda yang bisa dibongkar pasang.

Meski banyak pedagang kembali berjualan dipinggir jalan, tidak ada petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) dan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau yang melakukan patroli keliling.

Abdul Ham (45) salah satu pedagang ayam mengaku tetap nekat kucing-kucingan dengan petugas untuk berjualan di bahu jalan karena dilokasi mereka pindah sepi pembeli.

"Kita disuruh pindah ke dalam, tapi disana tidak ada pembeli, sehari kadang cuma dapat uang Rp 60 ribu dan paling banyak Rp 100 ribu," ungkapnya, Kamis (24/10/2019).

Para pembeli enggan masuk ke dalam Pasar Inpres, karena lokasi yang tersedia sangat kumuh dan jorok, sehingga para pembeli lebih nyaman berbelanja saat di pinggir jalan.

"Karena kalau di luar ini mereka dari motor saja bisa belanja. Tanpa harus masuk kedalam berdesak-desakan. Jadi kalau diluar kami lebih banyak lakunya.

Dalam sehari saja paling sedikit 40 Kg ayam terjual," ujar pedagang yang telah berjualan 15 tahun ini.

Sebenarnya mereka sangat mendukung penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) karena ketika dilakukan penertiban pasar menjadi jauh lebih rapi dan tertib.

"Tapi ini tidak, kami tidak disediakan tempat untuk pindah, hanya disuruh pindah kedalam.

Itulah kita mengakalinya dengan berjualan setelah petugas kebersihan melakukan pembersihan. Kita juga tidak berjualan di tengah jalan hanya dibahu jalan saja," terangnya.

Kadisdagrin Kota Lubuklinggau, Surya Darma mengatakan, jika penertiban akan terus dilakukan sampai para pedagang benar-benar tidak lagi berjualan dibahu jalan.

""Penertiban ini bukan hanya kali ini saja, akan terus kita lakukan sampai pasar Inpres dan Jl Sudirman ini rapi, sehingga pengunjung menjadi aman saat datang berbelanja di pasar ini," paparnya.

Menurutnya, jika Pemerintah Kota (Pemkot) tidak melakukan penertiban, maka kedepan akan semakin sulit, bahkan, masyarakat enggan datang ke pasar untuk berbelanja.

Surya mengaku mempunyai solusi kepada para pedagang yang ingin pindah, Pemkot sudah menyiapakan Pasar Satelit, Pasar Gang Becek, Pasar Lubuk Kupang, dan Pasar Perumnas Rahma.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved