Berita OKU Timur

Petani Duku Terpaksa Siram Pohon Duku Tengah Malam, Berharap Tetap Bertahan Hidup dan Berbuah

Warga yang ada di Kabupaten OKU Timur terpaksa melakukan penyiraman terhadap tanaman pohon duku yang ada agar bisa bertahan hidup.

Petani Duku Terpaksa Siram Pohon Duku Tengah Malam, Berharap Tetap Bertahan Hidup dan Berbuah
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA/HANDOUT
Warga pemilik kebun duku terpaksa menyiram pohon dukunya pada malam hari berharap bisa bertahan hidup dan tetap menghasilkan buah yang banyak di musim duku tahun ini. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Warga yang ada di Kabupaten OKU Timur terpaksa melakukan penyiraman terhadap tanaman pohon duku yang ada agar bisa bertahan hidup dan bisa berbuah sejak beberapa bulan terakhir.

Penyiraman pohon duku tersebut dilakukan agar tanaman duku bisa bertahan dari cuaca ekstrem yang dapat mengancam matinya pohon duku yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun tersebut.

Seperti yang dilakukan Dirwan warga yang berdomisili di pesisir Komering, kabupaten OKU Timur yang terpaksa harus rutin menyiram pohon duku hingga tengah malam untuk mempertahankan tanaman khas OKU Timur tersebut.

"Harapannya pohon duku menghasilkan buah yang bagus dan banyak. Jadi setiap dua atau tiga hari dilakukan penyiraman secara rutin. Sudah beberapa bulan terakhir tidak turun hujan sehingga kalau pohon duku tak di siram akan layu bahkan bisa mati," katanya.

Putra Muaraenim Jadi Calon Menteri Kabinet Jokowi, Terungkap Kelakuan Edhy Prabowo Semasa SMA

Residivis Kambuhan Tewas Ditembus Timah Panas Team Panther Reskrim Polres Lahat

Ternyata Vape Berbahaya “Daripada Beli Liquid Mending Nabung Duit” Stop Vaping

Menurut Dirwan, pohon duku yang dimilikinya berjumlah 100 batang dengan diselingi beberapa buah tanaman durian. Setiap dua hari pohon-pohon duku tersebut disiramnya untuk mempertahankan agar tidak mati dan agar tetap berbuah akhir tahun mendatang.

"Kalau tidak disiram secara rutin bisa-bisa pohon duku akan berbuah sedikit, bahkan cendrung tidak berbuah dan bisa juga mati pohon dukunya akibat musim kemarau," kata Dirwan.

Dirinya berharap hujan segera turun agar bisa menyelamatkan tanaman duku yang sudah dirawatnya sejak dirinya masih kecil dan merupakan warisan nenek moyang tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar ada upaya dari pemerintah daerah dalam mempertahankan tanaman duku warga agar tidak mati bahkan bisa punah jika terus menerus dilanda kekeringan.

"Pemerintah daerah bisa menggunakan mobil damkar untuk menyiram tanaman duku warga. Atau dengan membuat sumur bor di lahan perkebunan warga sehingga saat musim kemarau bisa digunakan untuk menyiram tanaman duku warga," katanya. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved