TErtibkan Aset, Pemprov Sumsel Eksekusi Lahan Enam Hektar

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengeksekusi lahan seluas enam hektar di Jalan Sarkowi, Soekarno-Hatta,

TErtibkan Aset, Pemprov Sumsel Eksekusi Lahan Enam Hektar
ist
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengeksekusi lahan seluas enam hektar di Jalan Sarkowi, Soekarno-Hatta, Keramasan Kecamatan Kertapati, (Seberang Citraland) Senin (21/10/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengeksekusi lahan seluas enam hektar di Jalan Sarkowi, Soekarno-Hatta, Keramasan Kecamatan Kertapati, (Seberang Citraland) Senin (21/10/2019).

Lahan milik Pemprov tersebut sebagai bagian dari upaya penertiban dan pengaman aset yang selama ini gencar dilakukan jajaran Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

Meski sempat ada penolakan dari warga, namun pembongkaran bangunan-bangunan liar di atas lahan milik Pemprov berlangsung lancar.

Eddy Siswanto, pemilik panglong kayu mengatakan, dirinya meminta waktu untuk membongkar dan mengosongkan sendiri rumah panglong dan barang barang mereka.

"Kami minta waktu pak untuk membongkar sendiri," ujarnya singkat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Aris Saputra mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi turut didampingi oleh tim pengaman aset yang terdiri dari unsur Kejaksaan Tinggi, Kepolisian, BPKAD Sumsel dengan total 60 personil gabungan.

Dimana sebelum eksekusi, Pemprov Sumsel telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait larangan membangun bangunan diatas lahan milik Pemprov.

"Ada enam rumah, satu depot kayu dan pool mobil truck. Setelah kita Surati ada sebagian yang secara sadar membongkar rumah mereka, tetapi ada juga yang sempat menolak namun upaya persuasif dan kita jelaskan duduk permasalahannya.

Akhirnya semua bisa kita selesaikan hingga clear, dan langsung kita pagar dan pasang plang keterangan lahan," jelasnya.

Dijelaskan Aris, masyarakat yang membangun bangunan diatas lahan Pemprov Sumsel mengaku menempati lahan tersebut lantaran lahan tersebut kosong dan tidak ditempati.

"Paling lama tiga tahun sudah mereka tempati lahan itu, tapi ada juga bangunan baru dan kita minta untuk segera dibongkar kembali," katanya.

Sejauh ini, masyarakat yang terdampak eksekusi akan membongkar sendiri bangunan mereka. Hal ini tertuang dalam surat pernyataan.

"Kita beri waktu empat hari kalau lewat dari itu terpaksa akan bongkar dan tertibkan. Tapi dilokasi telah dipagar sebagian dan masih akan diawasi," katanya.

Setelah eksekusi ini, kata Aris, Satpol PP bersama tim pengamanan aset Pemprov akan kembali mengeksekusi sejumlah lahan yang ada di kawasan Jakabaring.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved