Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya

Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya

Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya - sharing-leadership-di-bank-indonesia1.jpg
Humas Pemrov Sumsel
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya - sharing-leadership-di-bank-indonesia2.jpg
Humas Pemrov Sumsel
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya - sharing-leadership-di-bank-indonesia3.jpg
Humas Pemrov Sumsel
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya - sharing-leadership-di-bank-indonesia4.jpg
Humas Pemrov Sumsel
Sharing Leadership di Bank Indonesia, Herman Deru Bocorkan Tiga Rahasia Kepemimpinannya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memulai agendanya Senin (21/10) pagi, Gubernur Sumsel H.Herman Deru melakukan sharing leadership di hadapan 22 peserta Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia (SESPIBI) angkatan XXXV tahun 2019, di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel. Selama kurang lebih dua jam membagikan cerita tersebut HD membocorkan tiga rahasia kepemimpinannya.

Menurut HD suksesnya kepemimpinan seseorang setidaknya harus didukung tiga komponen utama. Ketiganya yakni soal kepiawaian membagi waktu, kemudian pintar memanage ekspresi dan terakhir yang tak kalah penting adalah memilih metode penyampaian yang tepat.

" Menurut persepsi saya ketiga komponen itu adalah rahasia yang harus dipenuhi kalau mau menjadi pemimpin yang sukses," ujar pria yang pernah menjadi Bupati OKU Timur dua periode tersebut.

Dijelaskan HD, seorang pemimpin dituntut pintar membagi waktu baik itu yang berkaitan dengan keluarga, agama maupun lingkungan sekitarnya. Karena menurutnya masih sedikit sekali pemimpin yang bisa sukses melakukan keduanya secara seimbang.

" Saya juga tidak sempurna tapi terus berupaya menjaga ini tetap seimbang. Saya tidak mau sukses tapi keluarga dan dalam agama saya lalai. Nah untuk hal yang seperti ini kita sendiri yang bisa mengaturnya," jelas HD.

Demikian halnya soal ekspresi. Sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin di daerah selama 10 tahun, HD mengatakan tidak harus bawahan yang beradaptasi dengan atasan baru. Tapi sebaliknya atasan juga jangan sungkan beradaptasi dengan bawahan dalam hal-hal tertentu.

" Cara senyum, cara melihat, cara melirik bahkan bersalaman semua itu menentukan suksesnya kepemimpinan. Bagaimana orang mau suka kalau cara bersalaman kita saja sudah membuat orang lain sebal, atau mungkin mungkin senyum kita kurang. Ekspresi ini penting sekali dikelola," jelasnya.

Selanjutnya kata Herman Deru adalah manajemen penyampaian. Jangan sampai setelah menjadi pemimpin, kata-kata yang disampaikan ngawur atau membuat orang tersinggung sehingga pesan penting yang ingin disamoaikan malah tidak sampai.

" Contoh kecil saja jarak mic dengan bibir itu harus pas karena dapat mempengaruhi artikulasi. Yakinlah sesuatu itu akan benar kalau disampaikan juga dengan benar" imbuhnya.

Setelah tiga komponen di atas cukup, calon pemimpin yang sukses itu menurut HD juga harus fokus dan memiliki obsesi serta tahu kapan harus mengambil start. Karena dengan obsesi seorang pemimpin akan lebih semangat mencapai targetnya.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved