Berita Palembang

Jagad, Pembunuh Ketua Waria Palembang Divonis 17 Tahun Penjara Melanggar Pasal 338 KUHP

Jagad (30) pembunuh Ismail Efendi atau Ita Sandi yang merupakan ketua waria Palembang, divonis 17 tahun penjara oleh majelis hakim PN Palembang.

Jagad, Pembunuh Ketua Waria Palembang Divonis 17 Tahun Penjara Melanggar Pasal 338 KUHP
TRIBUN SUMSEL.COM/ SHINTADWI ANGGRAINI
Jagad saat menjalani sidang di pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang, Kamis (17/10/2019). Jagad divonis majelis hakim dengan hukuman 17 tahun penjara. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jagad (30) pembunuh Ismail Efendi atau Ita Sandi yang merupakan ketua waria Palembang,  divonis  17 tahun penjara oleh majels hakim PN atau pengadilan negeri Kota Palembang, Kamis (17/10/2019).

Majelis hakim yang diketuai Ahmad Suhel SH menilai, jagad terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP.

"Maka dengan ini terdakwa divonis hukuman 17 tahun penjara," tegas Ahmad Suhel yang langsung mengetok palu tanda sahnya putusan hakim.

Mendengar vonis tersebut, Jagad seketika menarik nafas panjang.

Pandangannya yang semula tertuju pada majelis hakim, langsung beralih menundukkan.

Tampak jelas raut kekecewaan di raut wajahnya, dimana vonis majelis hakim lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntutnya dengan kurungan 15 tahun penjara.

Warga Lembak Muaraenim Diamankan di Polsek Gelumbang karena Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

Bank Dunia Buka Lowongan Pekerjaan di Indonesia untuk Menangani Manajemen Risiko Bencana

Fakta Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Pradiksar, Hasil Visum Bagian Vital, Komandan Minta Maaf

"Saya pikir-pikir pak," kata Jagad mengatakan sikapnya atas putusan majelis hakim PN Palembang.

Sebelumnya, penemuan jenazah ketua waria Palembang, Ismail Efendi atau Ita Sandi menghebohkan warga.

Ita ditemukan tewas di rumah sekaligus tempat usaha salon miliknya yang berada di rumah susun blok 12 kecamatan Ilir barat 1 Palembang, Sabtu (16/2/2019).

Berdasarkan dakwaan, Jagad mengaku membunuh Ita karena sakit hati dihina korban dengan kata-kata kasar.

Diawali saat terdakwa meminta uang ke korban untuk ongkos terdakwa kembali ke curup.

Namun korban justru menghina dan memaki diri terdakwa dengan kata-kata kasar.

Merasa sakit hati dengan hal itu, terdakwa yang gelap mata lalu membunuh korban.

Laporan wartawan Tribun Sumsel.com/Shintadwi Anggraini

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved