Berita Palembang

Jadi Kelurahan Mandiri Sejak 2010 , Inilah Asal Usul Nama Talang Jambe

Terkait dengan nama Talang Jambe, rupanya ada makna dibalik sebutan untuk wilayah ini.

Jadi Kelurahan Mandiri Sejak 2010 ,  Inilah Asal Usul Nama Talang Jambe
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
pemerhati sejarah Kota Palembang, Rd Muhammad Ikhsan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mendengar nama Talang Jambe, pastinya sudah tidak asing lagi bagi warga Palembang.

Talang Jambe adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Sukarame Palembang.

Wilayah ini termasuk daerah mandiri yang sejak tahun 2010 resmi memisahkan diri dari kelurahan Talang Betutu.

Sekarang, Talang Jambe telah berkembang dan menjadi kawasan industri di kota Palembang. Hal ini dibuktikan dengan banyak berdirinya pergudangan dan pabrik-pabrik di wilayah Talang Jambe.

Terkait dengan nama Talang Jambe, rupanya ada makna dibalik sebutan untuk wilayah ini.

Pemerhati Sejarah Kota Palembang, Rd Muhammad Ikhsan mengatakan, Talang Jambe mendapat nama demikian karena diwilayah itu dulunya banyak ditumbuhi pohon jambe yang dalam bahasa Indonesia artinya pinang.

"Orang Palembang menyebutnya Jambe yang berdasarkan bahasa Indonesia artinya pinang,"ujarnya Jumat (11/10/2019).

Lanjutnya, sama seperti Provinsi Jambi, awalnya daerah tersebut juga bernama Jambe.

Namun dituliskan oleh Belanda menjadi Jambi dan terus berlanjut hingga sekarang.

"Selain itu, kita juga sering menyebut kata 'e' menjadi 'i'. Jadi dari Jambe menjadi Jambi. Nama itulah yang lebih kita kenal sekarang,"katanya.

Sesuai dengan namanya, wilayah itu dulu banyak terdapat pohon pinang.

Dimana banyak yang menyebutkan bahwa pohon dan buah pinang merupakan kesukaan para dewa.

"Orang-orang zaman dulu, percayanya seperti itu,"ujarnya.

Ia menambahkan, penamaan suatu wilayah pada zaman dahulu biasa diambil berdasarkan kondisi dan situasi dari kontur tanah diseputaran wilayah itu.

"Karena zaman dulu, ada tanah yang konturnya tinggi maka dengan ciri-ciri disitu. Seperti di Talang Jambe dan Provinsi Jambi. Diberi nama seperti itu karena dulunya terdapat banyak pohon Jambe atau pinang,"ucapnya.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved