Fakta Baru Wiranto Ditikam, Mulai Hanum Rais Dilaporkan Relawan Hingga Dandim Kendari Dicopot

Fakta Baru Wiranto Ditikam, Mulai Hanum Rais Dilaporkan Relawan Hingga Dandim Kendari Dicopot

Fakta Baru Wiranto Ditikam, Mulai Hanum Rais Dilaporkan Relawan Hingga Dandim Kendari Dicopot
Kolase TRIBUNNEWS.COM/Tangkap layar Instagram-Twitter
Hanum Rais dilaporkan terkait cuitannya soal setingan dan dana deradikalisasi. 

Fakta Baru Wiranto Ditikam, Mulai Hanum Rais Dilaporkan Relawan Hingga Dandim Kendari Dicopot

SRIPOKU.COM-Tuduhan bahwa Fakta Baru Wiranto Ditikam memang memberikan beberapa dampak, ketika berapa pesohor dan warga net nyiyir di sosial media, sehingga berakhir dengan dilaporkannya Hanum Rais Dilaporkan Relawan Jokowi hingga Dandim Kendari Dicopot.

Menkopolhukam Wiranto mengalami penusukan oleh Abu Rara ketika berkunjung ke Pandeglang Banten. Namun kini kondisi Wiranto sudah membaik.

Sejumlah pejabat negara terus berdatangan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10). Mereka di antaranya, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Subagyo Hadi Siswoyo dan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD.

Usai menjenguk Menko Polhukam Wiranto, Subagyo bersyukur kondisi Wiranto sudah baik."Pemulihan dan di ruang rawat. Itu dari kepala rumah sakit,” kata Subagyo di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Namun beredar isu tak sedap yang memang langsung dibantah ketika dugaan setingan dan pengalihan isu soal Wiranto Ditikam tersebut. Sejumlah pesohor dan pejabat seperti Putri pendiri Partai Amanat Nasional Amin Rais, Hanum Rais, yang kemudian nyinyir di twitter, hingga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Jumat (11/10/2019).

Seperti diketahui, Hanum Rais dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019) melalui akun Twitter.

Seperti dilansir dari kompas.com bahwa, Koordinator Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Rody Asyadi mengatakan, pihaknya melaporkan Hanum karena melihatnya sebagai figur publik, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberikan pernyataan.

"Banyak masyarakat yang sudah simpatik (dengan peristiwan penusukan Wiranto), tapi dia memberikan statement bahwa ini hanya rekayasa, settingan, hanya untuk menggelontorkan dana deradikalisasi," ujar Rody di Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).

Dia mengaku merasa miris dengan twit yang ditulis oleh Hanum, karena berdampak negatif di lapangan. Twit Hanum Rais yang dimaksud itu berbunyi, 'Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg. Play victim. Mudah dibaca sbg plot. Diatas berbagai opini yg beredar terkait berita hits siang ini. Tdk banyak yg benar2 serius kenanggapi. Mgkn krn terlalu banyak hoax-framing yg selama ini terjadi'.

Halaman
123
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved