Mark Cuban - Miliarder, Investor Kenamaan; Sebut Pisang Lebih Berguna daripada Bitcoin

Mark Cuban, miliarder, investor kenamaan, sekaligus bintang acara televisi "Shark Tank", rupanya tidak pernah menyembunyikan pendapatnya, terutama ket

Mark Cuban - Miliarder, Investor Kenamaan; Sebut Pisang Lebih Berguna daripada Bitcoin
The Block
Mark Cuban, miliarder, investor kenamaan, sekaligus bintang acara televisi "Shark Tank", rupanya tidak pernah menyembunyikan pendapatnya, terutama ketika menyangkut cryptocurrency. 

SRIPOKU.COM, NEW YORK - Mark Cuban, miliarder, investor kenamaan, sekaligus bintang acara televisi "Shark Tank", rupanya tidak pernah menyembunyikan pendapatnya, terutama ketika menyangkut cryptocurrency.

Kali ini dia menegaskan bahwa dirinya lebih suka pisang ketimbang bitcoin. Memang agak nyeleneh kedengarannya, tapi dia punya alasan sendiri mengapa mengatakan hal itu.

Mark Cuban membandingkan bitcoin dengan kartu baseball, buku komik, dan karya seni. Cuban mengatakan, bitcoin sama sekali tidak memiliki nilai intrinsik. Bahkan dia bilang, hanya sedikit yang bisa Anda lakukan dengan bitcoin ketimbang kartu member untuk bermain baseball.

Bagaimana Mengetahui Bisnis Anda akan Sukses? Begini Kata Mark Cuban Miliarder AS

Harga Bitcoin Melonjak di Atas Level 5.000 Dollar AS, Kemungkin akan Menarik Banyak Investor

Menurut dia, pisang bahkan lebih berguna daripada bitcoin.

"Saya suka makan pisang. Kalau bitcoin (kegunaannya) tidak begitu banyak," kata Mark Cuban dikutip CNBC, Senin (7/10/2019).

Bitcoin
Bitcoin (net)

Dia mengatakan, mata uang kripto sangat rumit untuk 99 persen populasi di bumi.

"Kripto itu rumit. Apakah kita harus memasukkan dana ke dalam perangkat? Apakah harus mencetaknya? Bagaimana Anda tahu kripto itu aman dari peretasan? Siapa yang akan menjadi "tuan rumah" saat berinvestasi kripto untuk Anda?" papar Cuban.

Dia juga membandingkannya dengan emas, yang selalu menjadi aset safe haven dari dulu karena keamanannya.

Cuban mengatakan, mata uang kripto seperti bitcoin memiliki dampak tersendiri untuk pasar global, di mana bitcoin memang belum memiliki regulasi dan stabilisasi dari pemerintah.

"Saya pikir secara global, terutama di negara-negara yang tidak ada banyak aturan hukum, atau banyak stabilitas pemerintah, atau stabilitas mata uang, maka itu bisa berbahaya," katanya.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved