Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 7 Kali

Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 6-7 Kali

Tayang:
Kolase Sripoku.com/KompasTv/Kompas.com/Farida
Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 6-7 Kali 

Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 6-7 Kali

SRIPOKU.COM - Bocah obesitas asal Karawang, Satia Putra diketahui meninggal dunia pada Minggu (29/9/2019).

Satia Putra diketahui merupakan bocah obesitas asal Karawang yang baru berumur 7 tahun.

Bocah Obesitas asal Karawang ini diketahui meninggal dengan berat badan 110 kilogram, ya sebelum meninggal Satia Putra sempat naik 5 kilogram.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh ibu Satia Putra, Komariah kepada TribunNews.com.

Menurut Komariah, Satia Putra mengalami kenaikan berat badan 5 kilogram, dari 105 kilogram menjadi 110 kilogram.

"Naik lima kilogram," ujar Komariah.

Satia Putra, bocah tujuh tahun dengan berat 97 kilogram asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang bersama ayahnya, Sarli, Senin (1/7/2019).
Satia Putra, bocah tujuh tahun dengan berat 97 kilogram asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang bersama ayahnya, Sarli, Senin (1/7/2019). (TRIBUNNEWS.COM/FARIDA)

Sebekum meninggal dunia, Satia diketahui mengidap penyakit asma.

Menurut Komariah, saat Satia dibawa ke RSUD Karawang, anaknya dinyatakan sehat dan tidak terdeteksi penyakit lain.

Tak Tahan Dicap Transgender, Akhirnya Lucinta Luna Ungkap Fakta Muhammad Fatah, Jati Diri Terbongkar

Baru 6 Jam Dilahirkan, Anak Kelima Yadi Sembako Meninggal Dunia, Tangis Kencang Istri Masih Dibius

Terkenal Rela Berkorban, Inilah 5 Zodiak Jadi Sahabat Setia, Taurus Pahami Emosi Teman

Bahkan dari konfirmasi ayah Satia, Sarli, pada Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, anaknya itu masih bermain dan memboncengnya naik motor.

Saat itu Sarli memperingatkan Satia agar tidak banyak bermain.

"Sekali lagi, Pah," ucap Sarli menirukan Satia. Sampai di rumah, Satia merengek meminta dibelikan mainan.

"Dia bilang, Pah beli mainan yuk," katanya.

Sarli bercerita anaknya sempat dirawat di puskesmas karena batuk dan sesak nafas.

Oleh dokter, Satia disarankan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), namun belum dilakukan karena menunggu kesiapan bocah dan keluarganya.

Satia Putra (7) dan ayahnya Sarli (60) saat tiba di RSUD Karawang, Rabu (3/7/2019).
Satia Putra (7) dan ayahnya Sarli (60) saat tiba di RSUD Karawang, Rabu (3/7/2019). (Kompas.com/Farida)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved