Berita OKI

Diimingi Bermain Playstation dan Makan Mie Ayam, Petani di Lempuing OKI Ini Cabuli Bocah Laki-laki

Seorang petani bermana AP (27) nekat mencabuli seorang anak berusia 10 tahun dengan mengimingi korban makan mie ayam dan bermain playstation.

Diimingi Bermain Playstation dan Makan Mie Ayam, Petani di Lempuing OKI Ini Cabuli Bocah Laki-laki
TRIBUN SUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Seorang petani bermana AP (27) nekat mencabuli seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun dengan mengimingi korban makan mie ayam dan bermain playstation. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Seorang petani bermana AP (27) nekat mencabuli seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun dengan mengimingi korban makan mie ayam dan bermain playstation.

Warga Desa Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut kini ditangkap aparat kepolisian Polres OKI.

Kapolres OKI AKBP Donny Eka Syaputra mengatakan, kasus pencabulan itu terungkap setelah korban melaporkan tindakan kejahatan tersebut ke pihak kepolisian Polsek Lempuing Jaya.

"Karena korban yang telah disodomi oleh Pelaku sebanyak sekitar 10 kali, dan melaporkan kejadian tersebut,"

"Setelah laporan tersebut diterima, tim melakukan penyelidikan dan pada hari yang sama pelaku langsung diamankan di rumahnya," ucapnya saat melakukan press release di Mapolres OKI, Senin (30/9/2019) siang.

Ditambahkannya, kronologis kejadian terakhir yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban pada hari Jumat (13/9) sekira pukul 17.00 WIB saat pelaku sedang mengendarai sepeda motor.

Kehadiran Satu Anggota DPRD Muratara Ini Bikin Iri Hati, Bawa Tiga Istri Sekaligus Saat Pelantikan

Baut Jembatan Penghubung Pagaralam-Kepahiyang di Kabupaten Empat Lawang Banyak yang Hilang

Seorang Pemuda di Lubuklinggau Diamakan Polisi karena Ujaran Kebencian terhadap Institusi Polri

"Awalnya pelaku bertemu korban di jalan kemudian diajak ke rumahnya untuk makan mie ayam dan bermain PlayStation, selama dua hari pelaku bersama korban. Selama bersama inilah pelaku mencabuli korban, dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku sudah melakukan pencabulan ini sebanyak 10 kali," jelasnya.

Setelah korban dikembalikan ke rumahnya, orang tua curiga dan menanyakan kepada korban apa yang telah terjadi.

"Korban pun dengan terpaksa menceritakan kejadian tersebut kepada orangtua, dan mengaku telah dilakukan pencabulan terhadap dirinya," tegasnya.

Pelaku melakukan pencabulan terhadap korban dikarenakan pelaku menyukai korban dan ingin melampiaskan hawa nafsunya.

Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling slngkat 3 (tlga) tahun dan denda paling banyak Rp.300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sediklt Rp.60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)," ungkapnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved