Pecahkan Rekor Kuliner Khas, Pempek Palembang Sehari Produksinya Capai 7 Ton

pempek Palembang memecahkan rekor Nasional kuliner khas yang berada di urutan pertama. Per hari bisa mencapai 7 ton", kata Tjahyo Kumolo.

Pecahkan Rekor Kuliner Khas, Pempek Palembang Sehari Produksinya Capai 7 Ton
Humas Pemprov Sumsel
Produksi Pempek Palembang Capai 7 ton per hari 

Mendagri Tjahyo Kumolo Buka Jambore Nasional PKK Tahun 2019

Produksi Pempek Palembang Capai 7 ton per hari

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Cita rasa dan kualitas kuliner khas wong kito galo Pempek Palembang benar-benar tak terkalahkan dan terbantahkan lagi. Kuliner berbahan dasar ikan itu telah memikat banyak indra pencecap masyarakat Indonesia.

Pempek Palembang memecahkan rekor Nasional kuliner khas. Hal ini disampaikan Mendagri Tjahyo Kumolo saat membuka Jambore Nasional Kader PKK tahun 2019 di hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (25/9) malam.

"Saya minta kepada PKK seluruh provinsi, dan kabupaten/kota minimal untuk memiliki tiga program unggulan. Pertama , harus punya destinasi wisata. Kedua punya kuliner khas, ketiga punya kerajinan khas. Nah, pempek Palembang memecahkan rekor Nasional kuliner khas yang berada di urutan pertama. Per hari bisa mencapai 7 ton", kata Tjahyo Kumolo.

Kuliner khas lainnya adalah Bakpia Jogja di urutan ke-dua. Kemudian diikuti dengan Dodol Durian dan Bika Ambon dari Medan di nomor tiga, serta Lumpia dan Wingko dari Semarang di urutan ke-empat. Menurutnya tiga program unggulan tersebut harus dimiliki tiap daerah. Selain itu Tjahyo Kumolo berpesan agar apa pun produk unggulan tersebut harus segera dipatenkan.

"Jangan sampai nanti diklaim pihak lain atau negara lain. Segera dipatenkan. Apakah itu produk makanan, kain khas seperti batik atau songket, kerajinan atau tanaman sekalipun", tegas Tjahyo Kumolo.

Dalam arahannya Tjahyo Kumolo menitipkan program strategis Nasional mulai dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah termasuk RT/RW yaitu masalah penanganan sampah guna membangun kebersihan dan menegakkan gerakan disiplin kebersihan, caranya dengan menyediakan tempat pembuangan sampah di setiap tempat. Kemudian mengurangi penggunaan plastik.

Melalui gerakan PKK, Mendagri Tjahyo Kumolo berharap agar kader PKK agar memperluas kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sinergi antar pengurus PKK. Dilanjutkannya, kader PKK memiliki tugas mulia sebagai agen perubahan di daerahnya masing-masing.

"Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada seluruh peserta dengan modal dan tekad yang kuat menghadiri acara Jambore Nasional. Melalui ajang ini kader PKK dapat meningkatkan silaturahmi, menjalin persatuan dan kesatuan Nasional dalam bingkai NKRI",pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PKK Pusat Erni Guntarti Tjahyo Kumola dalam sambutannya mengatakan Jambore Nasional PKK Tahun 2019 ini mengusung tema Tingkatkan Kinerja Kader PKK Melalui Pengelolaan Administrasi sebagai upaya peningkatan tertib administrasi kader PKK.

"Tujuan diselenggarakannya Jambore Nasional kader PKK ini untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui alih pengetahuan dan teknologi, sekaligus meningkatkan persatuan dan kesatuan kader PKK yang berjumlah 1500 orang", jelasnya.

Selain itu Jambore Nasional kader PKK tahun 2019 dilaksanakan sebagai persiapan rakernas PKK tahun 2020. Ada pula serangkaian kegiatan dalam Jambore Nasional kader PKK tahun 2019, berupa pameran produk unggulan, parade peserta Jambore Nasional, dan malam api unggun.

Sementara itu, terkait pempek Palembang yang memecahkan rekor Nasional kuliner khas, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru mengatakan dirinya merasa bangga dan terhormat. "Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kita semua. Pempek Palembang diminati masyarakat Indonesia. Ini merupakan kekayaan kuliner khas kita yang harus dijaga", kata Feby dengan penuh semangat.

Menurut istri Herman Deru itu, kemasan pempek terus diperbaharui agar lebih menarik minat pembeli dan meningkatkan pangsa pasar yang lebih luas. Tidak hanya pempek saja yang menjadi produk unggulan, ke depan Feby Deru menginginkan produk unggulan lain dari Sumsel seperti kain songket, atau kopi Sumsel bersaing di Nasional.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved