Berita Palembang

Prasasti Karang Brahi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dibawa ke Jambi, Penemuan Kontrolir L Berkhout

Prasasti Karang Brahi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dibawa ke Jambi, Penemuan Kontrolir L Berkhout

Prasasti Karang Brahi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dibawa ke Jambi, Penemuan Kontrolir L Berkhout
SRIPOKU.COM/Nisya
Prosesi peminjaman Replika Prasasti Karang Brahi, oleh Balai Arkeologi Sumsel dari Museum Sriwijaya (TPKS), Jum'at (20/9/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisya

Prasasti Karang Brahi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dibawa ke Jambi, Penemuan Kontrolir L Berkhout

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Replika Prasati Karang Brahi dipinjam oleh Balai Arkeologi Sumatera Selatan, untuk dipamerkan di Kota Jambi.

Replika Prasati Karang Brahi sendiri merupakan barang yang dipamerkan di Museum Sriwijaya (TPKS).

Hal ini dilakukan terkait dengan adanya kegiatan yang melibatkan Balai Arkeologi Sumatera Selatan, pada acara "Rumah Peradaban MuaraJambi, Mahavihara" yang akan dilaksanakan di Kota Jambi.

Tepatnya, pada Jum'at (20/9/2019) pagi, dari Pihak Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti bersama beberapa rekan kerjanya mendatangi Museum Sriwijaya (TPKS) di Karang Anyar, Kecamatan Gandus Kota Palembang, menemui Kasi Musium Sriwijaya (TPKS) Hatta, untuk meminjam Prasati Karang Brahi.

Bercerita Tentang Perintah Raja Untuk Taman, Prasasti Talang Tuo Bukti Adanya Kerajaan Sriwijaya

Keberadaan Kerajaan Sriwijaya Dapat Dibuktikan dengan Penemuan Prasasti, Arca dan Tulisan Kuno

Menelisik Kembali Kejayaan Sriwijaya, Kerajaan Maritim Paling Berpengaruh di Dunia

Adapun alasan kenapa Replika Prasati Karang Brahi yang dipilih untuk dipinjam serta dipamerkan pada kegiatan tersebut, karena memiliki kedekatan antara Prasasti Karang Brahi dengan Kota Jambi.

Diketahui Prasati Karang Brahi ditemukan di daerah Merangin, Jambi pada tahun 1904 oleh seorang Kontrolir di Bangko, bernama L. Berkhout.

"Karena yang aslinya masih disimpan di Situs Karang Brahi, maka kami (Balai Arkeologi Sumsel), meminjam dulu replikanya dari Museum Sriwijaya (TPKS)," Jelas Retno pada Sripoku.com, Jum'at (20/9/2019).

Ia juga menjelaskan bahwasanya Replika Prasati Karang Brahi akan dipinjam terhitung dari tanggal 20 September 2019 sampai 03 September 2019.

"Setelah selesai semua rangkaia acara Rumah Perdaban Muarajambi, Mahavihara, kita akan kembalikan lagi replika prasasti ini pada Museum Sriwijaya (TPKS)," sambung Retno.

BERITA ESKLUSIF : Ternyata Nenek Moyang Wong Sumsel Orang Gunung, Pasemah ada Sebelum Sriwijaya

Viral Video Ular Berkaki Dua Ditemukan Mati Hangus oleh Prajurit TNI AD di Lahan yang Terbakar

Sukses Kemenhub Bangun Perkeretaapian Sumsel, Targetkan Jalur Ganda Penuh

Adapun tujuan dari kegiatan "Rumah Perdaban Muarajambi, Mahavihara", untuk dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menimba ilmu, merasakan suasana masa lalu dan memahami kebesaran yang dimiliki oleh pendahulunya untuk dapat dijadikan motivasi untuk membangun masa depan yang jauh lebih baik dari masa sekarang, jelasnya.

Adapun kegiatan meminjam Prasasti Karang Brahi ini, di saksikan langsung oleh Kasi Museum Sriwijaya (TPKS), Hatta.

Saat diwawancarai oleh Sripoku.com, Hatta mengatakan bahwasanya hal ini merupakan bentuk sinergi antara pihak musium dengan Balai Arkeologi Sumsel.

"Barang yang dipamerkan di Museum Sriwijaya(TPKS) ini kan juga hasil dari penemuan-penemuan Balai Arkeologi, jadi sangat wajar jika mereka ingin meminjamnya. Ini juga sebagai bentuk dukungan dan sinergi baik dari kedua belah pihak," ucap Hatta.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved