Berita OKU Timur

Warga Desa Negeriagung OKU Timur Ini Terpaksa Menyiram Pohon Duku Miliknya Satu Minggu Sekali

Warga Desa Negeriagung Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur terpaksa harus menyiram pohon Duku setiap minggunya.

Warga Desa Negeriagung OKU Timur Ini Terpaksa Menyiram Pohon Duku Miliknya Satu Minggu Sekali
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Dirwan, warga Desa Negeriagung Kecamatan BP Peliung OKU Timur terpaksa menyirm pohon duku miliknya satu minggu sekali agar bakal buahnya tidak mati karena kemarau. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Warga Desa Negeriagung Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur terpaksa harus menyiram pohon Duku setiap minggunya selama musim kemarau berlangsung.

Menyiram pohon duku yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun tersebut dilakukan agar pohon tidak mati dan tetap berbuah saat musim buah.

Menyiram pohon duku dilakukan untuk menyelamatkan bunga yang mulai muncul karena jika tidak dilakukan penyiraman, maka pohon duku yang sudah berbuah akan rontok.

Dirwan Warga Desa Negeriagung, Senin (16/9/2019) mengaku sudah menyiram pohon duku satu minggu sekali sejak satu bulan terakhir. Penyiraman terpaksa dilakukan karena jika tidak maka pohon akan layu bahkan bisa mati.

"Harapannya pohon duku menghasilkan buah yang bagus dan banyak. Jadi setiap satu minggu sekali dilakukan penyiraman secara rutin. Sudah beberapa bulan terakhir tidak turun hujan sehingga kalau pohon duku tak di siram akan layu," ucapnya.

Dipepet Lalu Ditendang dan Ditodong dengan Sajam, 6 Pelaku Begal di Palembang Rampas Motor Wahyu

Cerita Unik pada Pilkades Serentak di Kabupaten OKI, Ada 3 Desa Calonnya Petahana dan Istri

BREAKING NEWS : Innova dan Avanza Adu Kambing di Jalan Tol Kapal Betung, Satu Korban Tewas di TKP

Menurut Dirwan, pohon duku yang dimilikinya berjumlah 50 batang  yang harus disiram setiap minggunya. Dirinya memanfaatkan sumur bor dan mengunakan mesin sedot untuk menyiram pohon duku di kebunnya.

"Kalau tidak disiram secara rutin bisa-bisa pohon duku akan berbuah sedikit, bahkan cendrung tidak berbuah dan bisa juga mati ," kata Dirwan.

Dirwan berharap segera turun hujan agar tidak melakukan penyiraman lagi setiap minggunya. Selain itu, dia juga mengharapkan agar ada tindakan konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan perkebunan duku warga dengan menurunkan mobil pemadam kebakaran atau mobil PDAM untuk menyiram tanaman duku warga.

"Biasanya setiap melakukan penyiraman kita membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam, karena kita siram dari bawah sampai atas. Jadi membutuhkan waktu yang cukup lama. Kita berharap usaha ini dapat membuahkan hasil yang maksimal sehingga selain buah duku dapat di konsumsi sendiri, juga bisa kita jual," harapanya. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved