Berita Palembang

Kasus Viral Meninggalnya Bayi Elsa di RS Ar Rasyid, Ini Kronologis Kejadian dan Pernyataan Dokter

Dokter yang merawat terkejut membaca berita yang beredar atas meninggalnya Bayi Elsa diduga karena ISPA, tanpa konfirmasi ke pihak dokter.

Kasus Viral Meninggalnya Bayi Elsa di RS Ar Rasyid, Ini Kronologis Kejadian dan Pernyataan Dokter
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Dirut RS Ar Rasyid, Dr Toni Siguntang (Paling Kiri) Dr Azwar Aruf Spesialis Anak (tengah) Dinas Kesehatan Banyuasi Dr Rini Pratiwi (Kanan) saat menyampaikan kronologi dan pernyataan yang sebenatnya atas meninggalnya Bayi Elsa ditemui di RS Ar Rasyid, Senin (16/9/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM,PALEMBANG--Viral meninggalnya seorang bayi yang diduga karena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) kemarin, Minggu (15/9/2019) sore membuat dokter tempat pasien tersebut dirawat terkejut melihat berita yang beredar. Bahkan tanpa konfirmasi lagi dengan pihak dokter.

Direktur Rumah Sakit Ar Rasyid, Dr Toni Siguntang menyatakan bahwa tidak benar bahwa bayi yang meninggal tersebut karena ISPA tapi dari Radang Selaput otak berikut kronologi tersebut diceritakan langsung oleh Dr Toni Siguntang saat Sripoku.com mengkonfirmasi berita tersebut.

''Bayi Elsa Umur 4 bulan tersebut datang pada hari minggu 15 september 2019 pukul 11.50 Wib. Pasien datang dari Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin yang riwayatnya ada demam dan batuk pilek lebih kurang satu minggu,"ujar Dr Toni kepada Sripoku.com, Senin (16/9/2019).

Ia mengatakan sebelum ke RS Ar Rasyid, orang tua korban telah membawanya ke bidan desa, tapi disarankan dibawa ke rumah sakit. Namun, di hari itu Almarhumah tidak dibawa.

Kedai Iwan Mampu Menjual 500 Butir Buah Dogan dalam Sehari, Air Dogan Minuman Segar Alami

Penyakit TBC Serang Warga Kabupaten Lahat, Tahun 2018 Sempat Mencapai Angka 771 Orang Penderita

Ketua DPC Partai Demokrat PALI, Devi Herianto Bakal Maju di Pilkada PALI Tahun 2020

Sejak pagi harinya Almarhumah tidak mau menyusu apalagi menangis. Saat itulah dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter jaga dan didapatkan penurunan kesadaran adanya nafas seperti hidup serta di daerah paru-paru terdangar suara di daerah tersebut yang menandakan infeksi saluran pernapasan

"Laboratorium juga menunjukkan hasil yang sama infeksi,"kata Toni Siguntang

Pada saat dokter spesialis anak, Azwar Aruf yang memeriksa bayi Elsa ternyata terdapat penurunan kesadaran napasnya yang dicurigai radang selaput otak dan dokter memberikan antibiotik ke pasien tersebut sampai dapat dipindahkan ke RS Muhammad Husin.

"Dibutuhkan penanganan medis yang lebih tinggi lagi maka dirujuklah ke RSMH," kata Dr Toni

Dan pukul 18.40 wib dokter melaporkan jantung dari Bayi Elsa tidak terdengar dan dilakukan RPJ oleh dokter jaga. Namun tidak ada respon akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved