Breaking News:

ONE Championship

Perbedaan Majority Decision dan Split Decision di ONE Championship

Di ONE Championship, ketika keputusan sebuah laga harus jatuh ke tangan juri, maka yang dinilai adalah aksi secara

ONE CHAMPIONSHIP
Seorang ring girl memberi tanda bahwa ronde pertama laga ONE Championship akan dimulai. 

SRIPOKU.COM - Menilai hasil akhir sebuah laga dalam olah raga kombat memang tidak seperti pertandingan basket atau sepak bola, di mana tim yang mencetak skor lebih banyak akan dinobatkan sebagai pemenang.

Dalam dunia seni bela diri campuran, jika laga berlangsung sampai akhir tanpa ada atlet yang meraih kemenangan KO/TKO maupun kuncian, maka ketiga juri independen akan memiliki hak untuk menentukan siapa pemenangnya.

Di ONE Championship, ketika keputusan sebuah laga harus jatuh ke tangan juri, maka yang dinilai adalah aksi secara keseluruhan, bukan per ronde.

3 Laga ONE Championship yang Bakal Mengejutkan di Vietnam

Setelah Dipukul Sampai Tak Melihat, Atlet ONE Championship Indonesia Mau ke Tepi Jurang

Dihajar Sampai Tak Melihat, Atlet ONE Championship Indonesia Mau ke Tepi Jurang

Jadi meskipun seorang atlet dari salah satu sudut nampak tampil dominan di ronde pertama dan kedua, tidak otomatis ia akan menjadi pemenang jika ternyata atlet dari sudut yang lain tampil luar biasa di ronde terakhir melampaui aksi yang ditampilkan sang lawan secara keseluruhan di sepanjang laga.

Ketika ketiga juri sepakat untuk memberikan kemenangan pada salah satu atlet yang bertanding, maka hasil tersebut dinamakan unanimous decision atau keputusan mutlak.

Lalu apa hasilnya jika para juri memilih pemenang yang berbeda?

Dikutip BolaSport.com dari ONE Championship, kemungkinannya ada dua pilihan, yakni antara split decision dan majority decision.

Split decision diambil ketika dua dari tiga juri memenangkan satu atlet, sedangkan satu juri lainnya menghadiahkan kemenangan bagi atlet lainnya.

"Bagi kami para atlet, kami melihat split decision sebagai kemenangan angka, tetapi tipis, sementara majority decision itu hampir mutlak," ujar Yohan "The Ice Man" Mulia Legowo, atlet MMA veteran yang telah malang melintang dalam dunia seni bela diri Tanah Air selama lebih dari dua dekade.

Sementara itu, majority decision terjadi ketika dua juri memenangkan salah satu atlet, sedangkan juri ketiga menyatakan bahwa laga berakhir imbang.

Halaman
12
Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved