Berita Palembang

Jual Hewan Langka Dilindungi, Warga Prabumulih Sumsel Ini Diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel

Hewan langka dilindungi tersebut ialah seekor owa (anakan), seekor Siamang (anakan), dua ekor Binturong atau musang langka.

Jual Hewan Langka Dilindungi, Warga Prabumulih Sumsel Ini Diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel saat melakukan penangkapan tersangka penjual hewan langka dilindungi di Kota Prabumulih Sumatera Selatan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM,PALEMBANG--Berniat menjual hewan-hewan langka dan dilindungi lewat media sosial Junius Mustopa ditangkap di kediamannya Jalan Sepatu Kelurahan Kalangrajo Kecamatan Prabumulih Timur oleh unit IV Ditreskrimsus Polda Sumsel kemarin, Kamis (13/9/2019) siang.

Hewan langka dilindungi tersebut ialah seekor owa (anakan) monyet langka sumatera, seekor Siamang (anakan), dua ekor Binturong Sumatera atau musang langka.

Hewan langka dan dilindungi tersebut akan dijual di Prabumulih, Sumatera Selatan.

Mustopa mengakui bahwa dirinya juga mendapat hewan tersebut dari jual beli hewan di Prabumulih Sumsel.

"Aku dapet dari group facebook Ratu Fauna langsung beli karena cukup laris di pasaran,"ujarnya kepada Sripoku.com, Jumat (19/9/2019).

Pelaku Perampokan Korban Meninggal Dunia karena Ditembak di Jalintim Talang Pengeran OKI, Terungkap

Video: Bandit Pecah Kaca Beraksi Siang Hari di Talang Ubi PALI, Buntuti Korban Saat Keluar Bank

Dua Pelaku Penggelapan Motor Diringkus Petugas Pidum Polresta Palembang

PLH kriminal khusus AKBP Suawaji mengatakan ungkapan kasus tersebut merupakan hasil dari penyelidikan yang dilakukan selama ini dan baru dapat kita ungkap.

"Sesuai pasal 21 ayat 2 Setiap orang dilarang menangkap ,melukai, membunuh, menyimpan dan memperniagakan satwa langka dilindungi dalam keadaan hidup"kata Suawaji.

Atas kejadian tersebut Mustopa terkena Undang-undang RI No 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Pasal 40 jo Pasal 21 ayat 2 huruf a UU KSDAE.

Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 21 ayat 2 huruf a dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved