Inilah 4 Alasan Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah Saat Kabut Asap

Untuk diketahui, bayi yang belum lahir juga sangat mungkin terpapar polusi udara.

Tayang:
Editor: Bejoroy
Tribun Sumsel/Rahmat Aizullah
Ilustrasi - Rupit Ibukota Muratara Diselimuti Kabut Asap, Jalinsum Tertutup Jarak Pandang Pengendara Terganggu. 

Selain itu, hipertensi juga dapat memengaruhi otak, hati, dan paru-paru.

Jika preeklamsia tidak ditangani dengan baik, maka dapat mengakibatkan bayi lahir cacat atau bahkan meninggal. Sementara ibu penderita preeklamsia bisa meninggal dunia seperti dialami RA Kartini.

3. Asap kebakaran hutan bisa membuat janin lahir cacat
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. H. Bambang Hero Saharjo, M.Agr berkata bahwa gas kebakaran hutan bisa membuat janin yang masih dalam kandungan terlahir cacat.

"Bisa anaknya terlahir cacat, tidak ada tangan dan tidak ada kaki. Ini terjadi di Jepang," kata Bambang dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Bambang mengutip penelitian Chelsea E Stockwell soal gas dan aerosol yang timbul akibat kebakaran hutan di Kalimantan Tengah pada 2015.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Atmospheric Chemistry and Physics pada 2016 tersebut, setidaknya ada 90 gas berbahaya dan sebanyak 50 persen diantaranya beracun ketika dihirup.

"Ada karbon dioksida, karbon monoksida, metana, ammonia, dan furan," ujar Bambang.

Gas-gas ini bisa menimbulkan berbagai penyakit pada saluran pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Senyawa furan sendiri diyakini berdampak buruk pada ibu hamil.

Selain berpotensi membuat janin terlahir cacat, furan bahkan bisa mematikan janin.

4. Asap kebakaran hutan sebabkan stunting
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada bulan Februari 2019 menemukan bahwa kebakaran hutan dapat menyebabkan stunting.

Anak-anak dalam rahim yang terpapar oleh asap kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997 tumbuh menjadi lebih pendek 3,3 sentimeter dibanding yang seharusnya ketika mereka berusia 17 tahun.

Hal ini karena paparan udara beracun dapat menyaring oksigen janin dan menyebabkan perubahan permanen dan berat badan lahir rendah.

Penulis: Gloria Setyvani Putri
Sumber: Kompas.com (Resa Eka Ayu Sartika, Dian Maharani, Nibras Nada Nailufar)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://sains.kompas.com/ dengan Judul:
Riau Dikepung Kabut Asap, 4 Alasan Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved