Berita Banyuasin

Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Banyuasin Bagikan Obat Cacing Gratis ke Puskesmas dan Sekolah

Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, dinas kesehatan setempat mencanangkan program gerakan minum obat cacing

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ketua TP PKK Banyuasin dr Fitriyanti Askolani dan Kadis Kesehatan dr H Mgs M Hakim MKes memberikan obat cacing kepada anak sekolah. 

Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Banyuasin Bagikan Obat Cacing Gratis Puskesmas dan Sekolah

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, dinas kesehatan setempat mencanangkan program gerakan minum obat cacing mencegah stunting (genting) dengan memberikan gratis obat cacing yang disebar ke seluruh puskesmas dan sekolah.

Pencanangannya ditandai dengan memberikan obat cacing kepada siswa TK Al-Fatih di Kelurahan Mulya Agung Kecamatan Banyuasin oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr H Masagus M Hakim MKes bersama Ketua TP PKK Banyuasin dr Fitriyanti Askolani, Kamis (12/9/2019).

Di antaranya Nabila Askolani Putri yang merupakan anak bungsu Bupati Banyuasin H Askolani SH MH langsung minum obat cacing yang diberikan ke sekolah tersebut.

Obat cacing lalu dibagikan ke anak-anak untuk diminum secara bergiliran.

Menurut Ketua TP PKK Banyuasin dr Fitriyanti Askolani diharuskan untuk anak dan balita berusia 1 sampai 12 tahun.

Program ini merupakan upaya Pemkab dalam pencegahan stunting di Kabupaten Banyuasin.

Ribuan Pelamar Bersaing Masuk Kerja di 17 Perusahaan di Banyuasin

Agen Brilink di Sungai Lilin Musi Banyuasin Tewas Ditembak Perampok yang Menyatroni Rumahnya

dr Fitriyanti Askolani Segera Patenkan Kerajinan Banyuasin

“Kita sudah melakukan langkah-langkah yang cepat melalui Dinas Kesehatan Banyuasin agar Stunting ini tetap dilakukan pencegahan sejak dini mulai dari Posyandu, Imunisasi dan minum obat cacing,” kata Fitri Askolani Ketua TP PKK Banyuasin usai membuka kegiatan itu ditandai dengan gunting balon ke udara.

Disebutkan dokter Fitriyanti ada tiga macam jenis cacingan yakni cacing kremi, tambang, dan gelang.

Ciri penyakit cacingan itu wajah tampak pucat dan lesu karena menyerap protein, kabro hidrat dan darah dampaknya bisa mempengaruhi stunting.

“Hal itu, kita minta Dinkes Banyuasin terus berupaya mencegah stunting dengan membagikan obat cacing kepada anak dan balita dari umur 1 sampai 12 tahun secara berkelanjutan. Kita targetkan stunting di Banyuasin tuntas,” tutur dokter Fitriyanti.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr H Masagus M Hakim MKes mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi aktif pada Gerakan Minum Obat Cacing Mencegah Stunting bagi usia 1-12 tahun.

“Kegiatan ini tahun pertama di Kabupaten Banyuasin dan sudah mulai pada Agustus, September dan Oktober 2019. Kegiatan ini akan dilakukan 5 tahun berturut-turut,” tuturnya.

Hakim menyebut obat tersedia dari Kemenkes untuk Banyuasin 189.000 tablet.

Dosis yang diberikan 200 mg untuk usia 2 bulan -23 bulan dan 400 mg 2 sampai 12 tahun.

"Kepada orang tua dipastikan anak dan balitanya sudah mendapatkan obat cacing tersebut,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved