HIS

Feri Yolan Dika, Remaja Hafidz Qur'an ini Bercita-cita Menjadi Professor

Seorang Remaja hafidz quran bernama Feri Yolan Dika Pemuda yatim yang lahir dan besar asal bangka Belitung tersebut, menjadi penghafal atau hafidz

Editor: Budi Darmawan
ist
Pada saat ini Feri sebagai Santri kelas 10 Pondok Pesantren Ma'had Utsmani yang beralamat di Jalan Lintas timur Villa kuda mas, Desa Muara Baru, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), santri berprestasi dan hafizd qur'an. 

SRIPOKU.COM , KAYUAGUNG -- Seorang Remaja hafidz Al-Qur'an bernama Feri Yolan Dika Pemuda yatim yang lahir dan besar asal bangka Belitung tersebut, menjadi penghafal atau hafidz Al-Qur'an di tanah rantau.

Pria yang Lahir di Bangka Belitung, pada 15 Juli 2003, atau 16 tahun silam memiliki cita-cita yang cukup besar.

Anak dari pasangan ibu jamiyah, dan Almarhum Masri yang telah lama meninggal dunia.

Feri merupakan Anak kelima dari 6 bersaudara ini di besarkan oleh seorang ibu yang kesehariannya bekerja sebagai petani cabai di Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo barat, Kabupaten Bangka.

Pada saat ini Feri sebagai Santri kelas 10 Pondok Pesantren Ma'had Utsmani yang beralamat di Jalan Lintas timur Villa kuda mas, Desa Muara Baru, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Remaja yang di ajak langsung oleh pemilik pondok pesantren untuk menemba ilmu di pondok nya tersebut, dan dengan keyakinan hati Feri menerima tawaran tersebut dengan alasan ingin memperdalam ilmu agama.

Sebelumnya, Feri menamatkan sekolah dasarnya di salah satu sekolah di Bangka, kemudian SMP melanjutkan studi nya masuk pesantren tepatnya tahun tahun 2016 silam atau 3 tahun yang lalu.

Statusnya sebagai anak yatim dan merantau jauh dari ibu serta saudara-saudara kandungnya tak menyurutkan semangat Feri untuk menjadi seorang hafidz qur'an.

"Alhamdulillah atas izin allah saya sudah menghapal 17 Juz, targetnya mudah-mudahan tahun depan bisa tuntas 30 Juz," tuturnya saat ditemui Tribunsumsel.com, Minggu (8/9/2019).

Dirinya juga memiliki cita-cita yang sangat tinggi yakni ingin menjadi Profesor penghafal Alquran di Indonesia.

"Yang menjadi motivasi saya yaitu ingin membangggakan orang tua, dan menjadi anak yang soleh serta berguna bagi orang banyak," ujarnya.

Manajamen waktunya sekaligus kedisplinan diri yang diajarkan di pesantren ini juga mendorong Feri bisa cepat menjadi penghafal Al-Qur'an.

"Kegiatan saya di mulai bangun subuh jam 4 atau biasanya jika puasa bangun lebih cepat karena sahur, kemudian sholat tahajud, sesudah itu langsung sholat subuh berjamaah, selepas itu berzikir selama 30 menit, baru dilanjutkan membaca yasin 10 menit, kemudian membenarkan tajwid sekitar 1 jam,"

"Dalam sehari diharuskan menghafal selama 3 jam, dan dibagi menjadi 2 waktu, yaitu antara dzuhur dan ashar 1 jam tadarus membaca Al-Qur'an, selepas sholat magrib menghapal dan mengulang hapalan selama 2 jam," jelasnya.

Karena semangat menghapalnya tinggi maka selain kegiatan wajib di pesantren Feri berinisiatif sendiri kalau sebelum sholat 5 waktu ia menghapal, jam kosong digunakan untuk menghafal, mau tidur juga menghapal.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved