Berita Palembang

Diklaim Harganya Mahal, Alat Pemantau Kualitas Udara yang ada di Sumsel Kategorinya Alat Sederhana

Diklaim Harganya Mahal, Alat Pemantau Kualitas Udara yang ada di Sumsel Kategorinya Alat Sederhana

Diklaim Harganya Mahal, Alat Pemantau Kualitas Udara yang ada di Sumsel Kategorinya Alat Sederhana
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Alat pemantau kualitas udara sederhana yang ada di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumsel 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Diklaim Harganya Mahal, Alat Pemantau Kualitas Udara yang ada di Sumsel Kategorinya Alat Sederhana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Alat pemantau kualitas udara atau dikenal dengan Air Quality Monitoring System (AQMS) memiliki peranan penting bagi setiap kota.

Dengan adanya alat tersebut maka masyarakat bisa mengetahui kondisi udara secara berkala.

Namun sayangnya, alat pemantau kualitas udara tersebut yang diklaim cukup mahal nilai investasinya membuat hanya sedikit kota/kabupaten di Sumsel yang memilikinya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 DLHK Sumsel, Dany Fachrial mengatakan sejauh ini untuk Provinsi Sumsel AQMS baru berada di Kota Palembang, itu pun merupakan bantuan dari Kementerian hidup dan kehutanan (KLHK).

Ongkosnya Kurang Rp 500 Perak, Ibu Ini Dihajar oleh Kondektur di Depan Umum, Video Kejadiannya Viral

Anda Salah Parkir Petugas Dishub Palembang Kunci Ban Mobil Parkir Sembarangan di Depan PS Mall

BREAKING NEWS: Tim KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Muaraenim

Elza Syarief Sebut Nikita Mirzani Informan Polisi, Polda Metro Jaya Beri Reaksi Begini, Terkejut?

"AQMS ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur kualitas udara, namun untuk di Palembang pemberian sudah lebih canggih dan pemantauan 24 jam nonstop, tapi memang untuk radius hanya menjangkau 5 kilometer," jelasnya, Jumat (6/9/2019).

Sedangkan, hampir rata-rata di Kabupaten/kota di Sumsel masih menggunakan alat pemantau udara sederhana, berupa galon air minum isi ulang dan corong air.

"Kebanyakan masih manual, seperti yang ada di depan kantor, minusnya hasil pantauan tidak bisa langsung ditampilkan ," ujarnya.

Hasil pemantauan kualitas udara, apabila alam keadaan baik di bawah kisaran angka 1-50 yang artinya baik. 50-100 sedang, 100-150 kurang baik, 150-300 buruk atau berbahaya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved