Berita Palembang

Sekali Terbang Semai 800 Kg Garam, Tim TMC Kesulitan Biiin Hujan Buatan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sekali Terbang Semai 800 Kg Garam, Tim TMC Kesulitan Biiin Hujan Buatan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sekali Terbang Semai 800 Kg Garam, Tim TMC Kesulitan Biiin Hujan Buatan, Ternyata Ini Penyebabnya!
TRIBUN SUMSEL
DOKUMEN / Sekali Terbang Semai 800 Kg Garam, Tim TMC Kesulitan Biiin Hujan Buatan, Ternyata Ini Penyebabnya! 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Sekali Terbang Semai 800 Kg Garam, Tim TMC Kesulitan Biiin Hujan Buatan, Ternyata Ini Penyebabnya!

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan bersama 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Sebanyak 800 kg garam disemai dalam satu kali terbang. Upaya TMC ini dharapkan mampu membentuk potensi hujan di wilayah Sumsel yang beberapa bulan terakhir dilanda kemarau dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kabid Penanggulangan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan TMC telah dilakukan sejak 30 Agustus kemarin ke sejumlah daerah seperti Banyuasin dan Musi Banyuasin dll dengan menggunakan pesawat jenis Casa 212-200/A-2107.

"Untuk update terakhir 4 September kemarin, pesawat untuk modifikasi cuaca sebanyak empat kali terbang dengan total semaian garam 3,2 ton," ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Cerita Evid, Suami yang Bunuh Istri Pakai Besi Behel di Lubuk Sakti Ogan Ilir, Berikut Kronologinya!

Terancam Disegel, Adik Pemilik Warung Bakso Granat Mas Azis Lempari Pecahan Botol ke arah Wartawan

Sempat Takut Siksa Kubur, Ngaku Sedang Diterpa Masalah, Baru Setahun Asha Shara Justru Lepas Hijab

Meski upaya TMC telah dilakukan, namun hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca yang kini sedang diupayakan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan provinsi Sumatera Selatan sulit mendapatkan potensi hujan.

Lantaran, karena saat ini belum terdeteksi terbentuknya awan cumulonimbus yang mendukung untuk kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

Belum terbentuknya awan cumulonimbus tersebut, Upaya TMC menjadi terhambat, padahal bencana kabut asap yang akhir-akhir ini dirasakan semakin pekat menyelimuti udara Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya yang membutuhkan hujan.

"Kami masih menunggu informasi dari BMKG dimana saja potensi awan ini muncul, syukur-syukur awan tersebut berada dilokasi yang rawan karhutla, kalaupun tidak arah angin juga harus dilihat menuju kemana," jelasnya.

Amalan Dahsyat Bulan Muharram, Anjuran Puasa 10 Muharram, Puasa Sehari Hapus Dosa Selama 1 tahun

Inilah 3 Pasang Anak Kembar Artis yang Sudah Beranjak Dewasa, Nakula dan Sadewa Kini Bikin Pangling!

BREAKING NEWS : Bakso Granat Mas Azis di Pakjo Palembang Terancam Disegel, Ternyata Ini Penyebabnya

Lanjutnya, dengan minimnya potensi awan Cumulonimbus membuat proses penyemaian garam tidak begtiu optimal. Padahal tim BPPT dan pesawat untuk proses penyemaian bahan TMC standby.

Tidak hanya itu, patroli udara serta waterboombing masih dilakukan hingga saat ini. Dalam sekali terbang kata Ansor heli waterboombing mengangkut sekitar 4.000 liter air.

"Tujuh heli dikerahkan untuk waterboombing, dan dua pesawat (satu heli dan satu pesawat Caravan) dikerahkan patroli udara," ujarnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved