Berita Muaraenim

Pasca OTT KPK, Proyek Robi Di Lubai Sempat Berhenti Dua Hari

Pasca Operasi Tangkap Tangan oleh KPK, Proyek Robi Di Lubai Sempat Berhenti Dua Hari

Pasca OTT KPK, Proyek Robi Di Lubai Sempat Berhenti Dua Hari
SRIPOKU.COM/ardani
Jalan Proyek : Proyek Peningkatan Jalan desa Lecah, Mekar Jaya dan Lubai Persada, kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim yang dikerjakan oleh PT Enra Sari 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM,---Pasca OTT KPK terhadap salah seorang pengusaha Robi, ternyata Pembangunan proyek Peningkatan Jalan desa Lecah, Mekar Jaya dan Lubai Persada, kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim yang dikerjakan oleh PT Enra Sari sempat terhenti selama dua hari, Kamis (5/9/2019).

Dari pantauan dan informasi yang dihimpun dilapangan, salah satu proyek peningkatan jalan yang sedang dikerjakan oleh PT Enra Sari tersebut lokasi cukup jauh dari kota Muaraenim jika ditempuh melalui jalur darat sekitar 4,5 jam.

Tampak hampir sebagian besar proyek pembangunan dan peningkatan jalan seperti di desa Lecah, Mekar Jaya, Lubai Makmur dan Desa Lubai Persada kecamatan Lubai Ulu dilaksanakan oleh Robi Okta Fahlevi sudah hampir selesai hanya tampak beberapa pekerja masih melakukan pengecoran jalan didesa Mekar Jaya. Dan hampir sebagian besar proyek tersebut memang tampak jauh dari jangkauan dan pemukiman warga dan banyak terletak ditengah hutan.

Tim Peyidik KPK Bawa Tiga Koper Dari Ruang Kerja Bupati Muaraenim

Sepasang Kekasih Diduga Dibegal , Si Pria Babak Belur dan Wanita Ditembak Pelaku Dipahanya

Dan secara kasat mata, sebagian jalan yang dibangun tampak kurang rapi dan bergelombang, hal tersebut terasa ketika melintas diatasnya. Tetapi jalan yang berada di desa Lubai Persada secara umum relatif baik.

Untuk nilai proyek pembangunan peningkatan jalan Sp Lecah - Mekar Jaya - Lubai Persada bernilai Rp 20,7 Milyar, dan untuk peningkatan jalan di Desa Lecah sebesar Rp 13 Miliar.

Menurut salah seorang warga Lubai yang meminta namanya disebutkan mengatakan bahwa Robi cukup dikenal sebagai pengusaha di wilayah Kecamatan Lubai, sebab ia sudah mengerjakan proyek peningkatan jalan sejak tahun 2017, dan setelah itu lanjut ke tahun 2018 dan 2019. Dan sejak Robi ditangkap KPK para pekerja proyek jalan di Desa Mekar Jaya sempat tidak bekerja selama dua hari.

"Saya tidak tahu penyebabnya, apakah ada kaitannya dengan kasus tersebut atau tidak, atau karena kekurangan bahan," ujarnya.

Sementara itu Kades Lubai Persada Agustam, pertama kali mengetahui OTT KPK tersebut dirinya benar-benar terkejut dan prihatin. Sebab ada proyek didesanya dan sekitarnya yang masih dalam pengerjaan. Dan ia berharap, meskipun ada peristiwa ini pembangunan proyek jalan tersebut tetap dikerjakan sampai selesai.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved