Berita Lahat

Dua Warga Lahat Pemilik Ratusan Ganja Divonis Belasan Tahun

Keduanya dihukum atas kepemilikan ladang ganja, bersama 390 batang ganja siap panen yang digerebek oleh jajaran Polres Lahat, Jumat 8 Februari 2019 la

Dua Warga Lahat Pemilik Ratusan Ganja Divonis Belasan Tahun
sripoku.com/ehdi amin
Terdakwa kepemilikan ladang ganja saat diamankan polisi, bulan Februari lalu. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Masih ingat kasus ladang ganja dengan tanaman 390 batang ganja siap panen yang ditemukan oleh jajaran Polres Lahat pada Februari 2019 lalu. Dua terdakwa yakni Yan (38) warga Desa Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan Lahat diganjar hukuman 17 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Har (36) warga Desa Jentikan dijatuhi hukuman 16 tahun 6 bulan penjara. Sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Lahat, Rabu (04/09) dengan majelis hakim diketuai Martin SH dan hakim anggota Maharta SH dan Noerdiansyah SH.

Keduanya dihukum atas kepemilikan ladang ganja, bersama 390 batang ganja siap panen yang digerebek oleh jajaran Polres Lahat, Jumat 8 Februari 2019 lalu. .

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat, Martin SH, bersama Hakim anggota Maharta SH, dan Noerdiansyah SH memutuskan. Yan dijatuhi hukuman 17 tahun penjara, sedangkan Har 16 tahun 6 bulan penjara. Dituntut melanggar pasal 111 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayt (1) UU No 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

"Untuk putusan, dua terdakwa tidak bisa disamakan. Faktanya Yan harus lebih tinggi dari Har," ujar Martin, Rabu (4/9).

Bupati Muaraenim Kena OTT KPK, Herman Deru Tegaskan Plh tak Boleh buat Kebijakan Strategis

Idap Penyakit Langka, Jari Tangan dan Kaki Bocah Perempuan di OKU Selatan Ini Terpaksa Diamputasi

Curi Motor di Kebun Karet Dua Tahun Lalu, Warga Musirawas Ini Akhirnya Ditangkap di Tempat Pelarian

Dalam fakta persidangan dengan Jaksa Penuntut Umum, Teddi dan Abby. Terkuak bahwa Yan merupakan pemilik ladang, sedangkan Har bertugas mengurus ladang ganja dan mendapatkan upah. Melihat hasil yang didapat oleh Yan, Har sempat tergiur untuk membuka ladang ganja juga.

"Untuk penjatuhan dibawah hukuman mati, memang masih ada hal yang meringankan. Seperti diharapkan bisa memperbaiki perilaku dikemudian hari. Yang memberatkan, karena tidak mendukung program pemerintah, dalam memberantas narkoba," ucapnya.

Sementara, Ketua Pengadilan Negeri Lahat, Yoga D A Nugroho SH MH mengakui, Kabupaten Lahat sudah masuk kategori akut narkoba. Pemberian vonis untuk dua terdakwa itu, dirasa sudah cukup berkeadilan. Apalagi kedua terwakwa ini merupakan aktor utama, munculnya narkoba jenis ganja di tengah masyarakat.

"Ini vonis tertinggi pertama, untuk perkara narkoba di Lahat. Sementara ditahan di Lapas Lahat. Tapi tidak menutup kemungkinan, bisa diover ke Nusa Kambangan. Kami berharap perkara ini bisa jadi cambukan bagi masyarakat, untuk menjauhi narkoba," kata Yoga. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved