Berita Palembang

Keluarga Lacinong Tolak Pengukuran Ulang Tanah Mereka di Jalan Gubernur HA Bastari Palembang

Keluarga besar Lacinong yang mempunyai tanah seluas 48563 meter di Jalan Gubernur HA Bastari, menolak tanahnya diukur oleh BPN.

Keluarga Lacinong Tolak Pengukuran Ulang Tanah Mereka di Jalan Gubernur HA Bastari Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Anggota gabungan, Polresta Palembang, Polda Sumsel, Brimob Polda Sumsel dan Polsek SU I, melakukan mengukuran tanah di kawasan Gubernur HA Bastari tepatnya di depat kantor Kajati, Palembang, Jakabaring, Selasa (3/9). 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Anggota gabungan, Polresta Palembang, Polda Sumsel, Brimob Polda Sumsel dan Polsek SU I, melakukan mengukuran ulang tanah di kawasan  Gubernur HA Bastari tepatnya di depat kantor Kajati Palembang, Jakabaring, Selasa (3/9).

Diduga ada yang mengklaim tanah tersebut, tim gabungan ini pun bersama BPN melakukan pengukuran ulang tanah yang diketahui seluas 48563 Meter.

Namun Keluarga besar Lacinong yang mempunyai tanah seluas 48563 meter di Jalan Gubernur HA Bastari Kelurahan Silaberanti RT 26/6, menolak tanahnya diukur oleh BPN.

Hal ini diketahui setelah BPN akan mengukur ulang tanah milik SL Darmawan yang diklaim berada di atas tanah milik Lacinong.

Dimana pengukuran tanah yang akan dilakukan BPN ditentang keluarga Lacinong, karena tidak ada pemberitahuan serta bukti yang mendasar atas hak tanah tersebut.

Pantauan Sriwijaya Post di lapangan, terlihat ratusan personil dari Polda Sumsel, Polresta Palembang, Brimob Polda Sumsel dan Polsek SU I, dalam melakukan pengukuran ulang tanah itu.

Ratusan petugas pun melakukan mengamankan di lokasi.

Ditinggal Pergi ke Pasar, Rumah Komar Ludes di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Ludes Terbakar

Polres Empatlawang Gelar Syukuran Memperingati HUT ke-71 Polwan, Semoga Tambah Kuat

Cerita Seorang Korban Kecelakaan Maut di Tol Purbaleunyi, Libatkan 21 Kendaraan dan 8 Orang Tewas

Saat melakukan pengukuran terlihat petugas gabungan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Harda Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Zulkarnain Harahap dan Wakapolresta Palembang AKBP Andes Purwanti berjalan alot.

Ando yang merupakan anak dari Lacinong, mengklaim BPN tidak berhak melakukan pengukuran ulang tanah milik mereka yang diklaim juga milik dari SL Darmawan.

Halaman
12
Penulis: Andi Wijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved