Sejarah Terungkap! Ternyata Bukit Soeharto yang Dicoret dari Calon Ibu Kota Baru Simpan Mitos Horor
Sejarah Terungkap! Ternyata Bukit Soeharto yang Dicoret dari Calon Ibu Kota Baru Simpan Mitos Horor
Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Sejarah Kelam Bukit Soeharto yang Dicoret dari Calon Ibu Kota Baru, Ternyata Menyimpan Mitos Horor
SRIPOKU.COM - Sejarah kelam Bukit Soeharto yang dicoret pemerintah dari calon Ibu Kota baru ternyata menyimpan mitos horor.
Seperti dilansir Sripoku.com dari Kompas.com, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Bambang Brodjonegoro mengatakan, selama ini banyak orang yang salah kaprah mengira ibu kota baru akan berada di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.
Sebab, Bukit Soeharto menjadi titik pertama yang dijejak Presiden Joko Widodo dan rombongan saat lawatan ke Kalimantan pada Mei 2019.
Padahal, kata Bambang, Presiden hanya melihat jalan tol di sekitar Bukit Soeharto itu.
• Pindah ke Kalimantan Timur, Inilah Instansi yang Akan Dipindahkan ke Ibu Kota Baru
• Ini Sosok Dicky Suprapto, Suami Pertama Suzanna Menikah dengan Putri Soekarno yang tak Terekspose!
“Waktu rombongan kita dan pak Presiden datang, kita turunnya memang di Bukit Soeharto, di jalan tol. Karena presiden mau lihat jalan tolnya sudah sampai mana,” ujar Bambang saat berkunjung ke Menara Kompas, Jakarta, Rabu (28/8/2019).
Bukit Soeharto memang digadang-gadang menjadi calon ibu kota baru. Namun, namanya langsung dicoret lantaran statusnya yang merupakan hutan lindung.
Presiden, kata Bambang, tidak mau hutan lindung dikorbankan untuk dijadikan kawasan pemerintahan. Meski lokasinya sangat strategis, berada tepat di tengah dua kota besar.
“Kita lihat, kalau idenya di Bukit Soeharto, kita tidak mau karena hutan konservasi. Kita lihat hutannya sudah rusak,” kata Bambang.
Alih-alih menambah rusak kawasan hutan tersebut dengan pembangunan, pemerintah berencana merehabilitasinya.
Meski bukit Soeharto berada dalam cakupan ibu kota baru, tetapi tak akan disentuh untuk dijadikan bangunan.
Lagi pula, kata Bambang, Bukit Soeharto tidak masuk kualifikasi pemerintah karena terdapat tambang batu bara aktif dan bekas galian tambang di sana.
“Ternyata, selain hutan, dia mengandung batu bara. Ada batu baranya, jadi kita tidak pilih di sini,” kata Bambang.
Pemerintah akhirnya memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru.
• Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan Timur Jadi Sorotan Media Luar Negeri
• Deretan Artis Ini Ternyata Kelahiran Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Kota Baru Indonesia
• Kalimantan Jadi Ibu Kota, BMKG Klaim Satu-satunya Pulau di Indonesia dengan Aktifitas Gempa Rendah
Tepatnya, sebagian di Penajam Passer Utara, dan sebagian di Kutai Kartanegara.
Menurut Jokowi, ada empat alasan mengapa lokasi itu dipilih.
Pertama, risiko bencananya minim, baik banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.
Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.
Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.
Keempat, Kaltim telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, termasuk transportasi.
Kelima, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar.
Ternyata sebelum pengumuman resmi pemindahan ibukota diumumkan oleh presiden, dilansir dari Tribunews.com Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan satu kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan ibukota.
Lokasi itu terletak di kawasan Bukit Soeharto.
Presiden Jokowi pun juga telah meninjau kawasan Bukit Soehartodi Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur.
Bukit Soeharto merupakan wilayah Tahura atau Taman Hutan Raya yang dulunya bernama Taman Wisata Alam Bukit Soeharto.
Area ini berada di antara arus jalan Samarinda dan Balikpapan tepatnya di sepanjang jalan Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Bukit ini memiliki luas area 61.850 hektar.
Didalamnya terdapat sejumlah fasilitas edukasi dan penelitian seperti Pusat Reintroduksi, Rehabilitasi Orangutan Wanariset Samboja dan hutan pendidikan Universitas Mulawarman.

Pondokan warga di Km 60, Jalan Poros Balikpapan-Samarinda yang masukkawasan Bukit Soeharto. (Tribun Kaltim)
Dahulu Taman Hutan Raya Bukit Soeharto masih layak disebut area konservasi dan banyak satwa yang menghuni hutan ini.
Di sisi kiri dan kanan jalan hanya terlihat hijaunya hutan yang didominasi pohon akasia dan sungkai.
Namun melansir dari Kompas.com ketika tim berkunjung ke sana pada tahun 2016 wilayah ini sudah tampak tak asri lagi.
Di sisi jalan, terlihat beberapa pohon berdiameter besar tumbang.
Agak menjorok ke dalam hutan, tampak lahan gundul seperti bekas kerukan.
Beberapa bangunan semi permanen seperti toilet umum, dan warung makan juga terlihat berdiri dalam area Tahura tanpa ada izin resmi.
Sementara itu, ternyata Tahura Bukit Soeharto juga menyimpan cerita mitos yang dipercaya oleh warga setempat.
Konon diceritakan, dahulu Bukit Soeharto merupakan tempat pembuangan mayat dari penembakan misterius atau petrus pada masa pemerintahan Soeharto.
Berbagai cerita mistis pun berkembang di antara warga setempat dan pejalan lintas Balikpapan-Samarinda.
Melansir dari KompasTravel, Beni seorang pengemudi travel Balikpapan-Samarinda menceritakan sisi kelam pemerintahan Presiden Soeharto yang berkaitan dengan kawasan tersebut.
Ia menuturkan banyak cerita horor yang beredar mengenai Bukit Soeharto.
Beni mengisahkan, seseorang bercerita padanya bahwa ada sepasang suami istri berkendara mobil melewati kawasan itu pada malam hari.
Sang suami mencium bau tidak sedap di mobilnya.
Sepanjang perjalanan, dia diam saja.

Taman Hutan RayaBukit Soehartoterletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.Bukit Soehartodikabarkan jadi salah satu opsilokasi ibu kota baruIndonesia. KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA
Sementara istrinya terus mengoceh tiada henti.
Baru setelah keluar dari kawasan itu, sang suami akhirnya bercerita kepada istinya.
"Dia bilang, tadi lihat ke spion. Di (jok) belakang ada orang mukanya rusak, buruk," kata Beni.
Penerangan sepanjang Bukit Soeharto pun sangat minim, sama sekali tidak ada lampu.
Pengendara hanya mengandalkan lampu kendaraan mereka selama melintas kawasan tersebut.
Sementara itu, Presiden Jokowi memutuskan Ibu kota baru RI akan berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pengumuman lokasi ibu kota baru disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Setelah ada beberapa kali rencana yang dibicarakan sejak cukup lama, akhirnya titik daerah yang dipilih sebagai Ibukota baru Indonesia telah resmi diumumkan.
Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi ibu kota baru Indonesia.
Konfrensi pengumuman Ibukota baru untuk Indonesia pun telah diumumkan.
Pemindahan Ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Senin (26/8/2019) pukul 13.00 WIB.
Hasil pengumuman tersebut diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet.
"Hasil kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baruyang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasar Utara dan sebagian di Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi berikan pengumuman.
Dalam pengumuman tersebut hadir pula Gubernur Kalimantan Timur Israan Noor dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ada pula beberapa jajaran dari kementerian dan Bappenas.
Dikutip dari Kompas.com pada Selasa (26/8/2019), menurut pantauan tim acara AIMAN, pembangunan di Kaltim pun secara masif dilakukan.
Konfrensi pengumuman Ibukota baru untuk Indonesia pun telah diumumkan.

Pinggiran hutanBukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018). Tangkapan layar Youtube Kompas
(Kompas.com/Tribunnews/GridHot)