Sejarah Terungkap! Ternyata Bukit Soeharto yang Dicoret dari Calon Ibu Kota Baru Simpan Mitos Horor

Sejarah Terungkap! Ternyata Bukit Soeharto yang Dicoret dari Calon Ibu Kota Baru Simpan Mitos Horor

Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Tribun Kaltim
Proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda yang memotong kawasan Tahura Bukit Soeharto, juga kawasan waduk Manggar Kalimantan Timur. Di jalur ini pula rel kereta api akan dibangun. 

Menurut Jokowi, ada empat alasan mengapa lokasi itu dipilih.

Pertama, risiko bencananya minim, baik banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.

Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

Keempat, Kaltim telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, termasuk transportasi.

Kelima, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar.

Ternyata sebelum pengumuman resmi pemindahan ibukota diumumkan oleh presiden, dilansir dari Tribunews.com Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan satu kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan ibukota.

Lokasi itu terletak di kawasan Bukit Soeharto.

Presiden Jokowi pun juga telah meninjau kawasan Bukit Soehartodi Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur.

Bukit Soeharto merupakan wilayah Tahura atau Taman Hutan Raya yang dulunya bernama Taman Wisata Alam Bukit Soeharto.

Area ini berada di antara arus jalan Samarinda dan Balikpapan tepatnya di sepanjang jalan Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bukit ini memiliki luas area 61.850 hektar.

Didalamnya terdapat sejumlah fasilitas edukasi dan penelitian seperti Pusat Reintroduksi, Rehabilitasi Orangutan Wanariset Samboja dan hutan pendidikan Universitas Mulawarman.

 Pondokan warga di Km 60, Jalan Poros Balikpapan-Samarinda yang masukkawasan Bukit Soeharto. (Tribun Kaltim)

Dahulu Taman Hutan Raya Bukit Soeharto masih layak disebut area konservasi dan banyak satwa yang menghuni hutan ini.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved