Berita Ogan Ilir

Remaja 18 Tahun di Ogan Ilir Cabuli Bocah 12 Tahun, Ini kata-kata Rayuannya Sehingga Korban Terlena

Berawal perkenalan dari media sosial Facebook, RF remaja 18 tahun ini tega mencabuli bocah perempuan di bawah umur, sebut saja Bunga (12).

Remaja 18 Tahun di Ogan Ilir Cabuli Bocah 12 Tahun, Ini kata-kata Rayuannya Sehingga Korban Terlena
SRIPOKU.COM/RESHA
RF remaja berusia 18 tahun tersangka pencabul bocah perempuan 12 tahun diamankan di Polres Ogan Ilir 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Berawal perkenalan dari media sosial Facebook, RF remaja 18 tahun ini tega mencabuli bocah perempuan di bawah umur, sebut saja Bunga (12).

Akibatnya, ia diciduk oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ogan Ilir.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, awalnya tersangka berkenalan dengan korban yang merupakan warga Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir, melalui akun facebook, .

Setelah berkenalan janjian bertemu atau kopi darat. Selanjutnya mereka sepakat menjalin hubungan kekasih.

Baru berjalan 2 minggu, tersangka kemudian mengajak korban ke rumahnya di Desa Sribandung Tanjung Batu Ogan Ilir.

Tersangka yang mengalami putus sekolah sejak SD ini membujuk korban agar mau berhubungan badan dengannya.

Dengan kata-kata rayuannya itu membuat korban terlena dan menyerahkan kehormatannya kepada RF.

Diperlihatkan Foto Pembunuhan Ipung Salon, Tersangka Siska Sempat Bilang Iii Ngeriii, Ternyata

Di Serdang Menang SP Padang OKI, Seorang Istri Bakar Suaminya Saat sedang Tiduran di Ayunan

Tongkang Batu Bara Kandas di Sungai Wilayah Banyuasin Ganggu Alur Pelayaran Nelayan Pencari Ikan

"Aku ngomong sama dia, sayang gak sama aku? Dia bilang sayang. Terus ku tanya lagi, mau gak ngasih harga diri kamu ke aku, dia bilang iya, lalu terjadi," ujar RF saat diinterograsi di Unit PPA Polres Ogan Ilir, Selasa (27/8/2019).

Usai melakukan hal tersebut di rumahnya yang tengah sepi, korban pun diantarkan pulang kembali ke rumahnya.

Saat korban kembali ke rumahnya, korban menceritakan apa yang telah dialaminya ke orangtuanya.

"Orangtuanya tak terima, dan melaporkan RF ke Polres," ujar Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin, didampingi Kanit PPA Polres Ogan Ilir Aiptu Sigit.

Setelah menerima pengaduan tersebut, petugas melakukan pengejaran terhadap RF. Hingga akhirnya, tersangka berhasil diciduk.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved