Berita Pagaralam

Pemkot Pagaralam Anggarkan Dana Rp 2,4 M Untuk 1 Juta Stek Kopi

Pemkot Pagaralam Anggarkan Dana Rp 2,4 M Untuk 1 Juta Stek Kopi untuk pembelian bibik buat petani

Pemkot Pagaralam Anggarkan Dana Rp 2,4 M Untuk 1 Juta Stek Kopi
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
PETANI KOPI : Tampak salah satu petani kopi Pagaralam yang telah menerapkan sistem stek dengan hasil panen yang cukup banyak. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui Dinas Pertanian dikabarkan akan segera merealisasikan program yang sangat ditunggu petani kopi di Pagaralam yaitu program satu juta Stek kopi atau sambung pucuk.

Untuk diketahui program stek kopi menjadi salah satu janji politik Alpian Maskoni dan Muhammad Fadli (AlFad) pada Pilkada 2018 lalu. Bahkan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam priode 2018-2023 diyakini program ini dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat Pagaralam yang mayoritas masyrakatnya adalah petani.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Rudianto mengatakan, bahwa realisasi program tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Walikota.

"Jika tidak ada halangan maka dipertengahan bulan September program ini sudah mulai diluncurkan atau direalisasikan," ujarnya.

Hasil Pengukuran Alat High Volume Air , Meskipun Musim Kemarau Kualitas Udara Banyuasin Masih Normal

Warga Tulung Selapan Tewas Ditabrak Bus Damri di Terminal Pasar Induk Jakabaring Palembang

Donatur Buka Akses Jalan, Jalan Poros Penghubung ini Akhirnya Bisa Dilalui Setelah 5 Tahun Lumpuh

Dikatakannya Pemkot Pagaralam akan mengalokasikan dana sebesar Rp 2,4 Milyar untuk program ini. Dana yang ada bersumber dari APBD Kota Pagaralam tahun 2019.

"Dana tersebut diperuntukan untuk pembiayaan bibit untuk petani penerima bantuan serta alat-alat stek seperti pisau opulasi, plastik sungkup, gunting serta gergaji potong," katanya.

Setelah itu jika stek kopi tersebut sudah hidup maka baru biayanya akan diberikan kepada petani penerima bantuan tersebut.

"Jadi petani bukan menerima bantuan dalam bentuk bibit, melainkan pemerintah akan membayar bibit tersebut bila stek tersebut dipastikan hidup," jelasnya.

Dengan anggaran tersebut petani penerima bantuan tidak hanya mendapatkan bantuan pembelian bibit saja namun juga akan dibantu peralatan.

"Bahkan sebelum pelaksanaan para penerima bantuan tersebut akan diberikan sosialisasi terlebih dahulu," ungkapnya.

Perlu diketahui, dalam pembiayaan bibit itu nantinya yang dihitung adalah batang yang distek bukan berapa jumlah stek itu sendiri.

"Jadi jika satu batangnya ada tiga pucuk stek dan semuanya hidup maka tetap akan dihitung satu batang kopi yang di stek saja," jelasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved