Kisah Pratu Suparlan, Anggota Kopassus yang Rela Pertahankan NKRI Tumpas 83 Pengacau Seorang Diri

Kisah Pratu Suparlan, Anggota Kopassus yang Rela Pertahankan NKRI Tumpas 83 Pengacau Seorang Diri

Tribun-Medan.com
Pratu Suparlan menawarkan diri untuk menahan serangan Fretilin. 

Ini merupakan suatu daerah sangat rawan di pedalaman.

 

Maklum, daerah tersebut merupakan tempatnya para pentolan pemberontak Fretilin yang tak sungkan menghabisi anggota TNI yang mereka jumpai.

Tiba-tiba, sepasukan kecil TNI ini diadang sekira 300-an Fretilin(sayap militer terlatih Timor Timur), lengkap bersenjata senapan serbu, mortar dan GLM.

Terjadilah pertempuran tak imbang, antara ratusan Fretilin yang berada di ketinggian kontra TNI pada posisi di pinggir jurang.

Satu per satu, anggota pasukan kecil TNI ini gugur dimangsa peluru Fretilin.

Menyadari hal ini, Komandan Tim segera memerintahkan pasukan untuk meloloskan diri ke satu-satunya peluang, yakni ke celah bukit.

Namun, hanya sedikit waktu yang tersisa bagi pasukan kecil ini. 

Pratu Suparlan menyatakan pada komandannya untuk terus maju, sementara dia sendiri memilih untuk mengadang musuh.

Di sinilah jiwa seorang patriot terbukti.

Pratu Suparlan membuang senjatanya, lalu mengambil senapan mesin milik rekannya yang gugur.

Halaman
1234
Penulis: fadhila rahma
Editor: Rizka Pratiwi Utami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved