Berita Palembang

Pidana Korupsi Polresta Palembang Selidiki Indikasi Korupsi Proyek Tapal Batas Palembang-Banyuasin

Pidkor sudah mengamankan semua alat bukti terkait kasus korupsi tapal batas Palembang-Bayuasin di Tanjung Api Api atau TAA.

Pidana Korupsi Polresta Palembang Selidiki Indikasi Korupsi Proyek Tapal Batas Palembang-Banyuasin
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kanit Tipikor Polresta Palembang, Iptu Hamsal. 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Unit Tindak pidana korupsi (Tipikor) reskrim Polres Polresta terus mencium aksi kejahatan terhadap negara atas kasus dugaan korupsi pembangunan tugu batas kota Palembang-Banyuasin di kawasan Tanjung Api Api (TAA).

Ketika ditemui Sriwijaya Post, Kanit Pidana Korupsi atau Pidkor Polresta Palembang, Iptu Hamsal, mengatakan, anggota terus bekerja mengungkap kasus mark up pembangunan tugu batas kota tersebut.

Setelah selesai melimpahkan berkas ke kejaksaan Negeri Palembang dilanjutkan penyelidikan kasus serupa pembangunan tugu batas kota Palembang-Banyuasin kawasan Jakabaring.

" hingga saat ini, masih proses penyelidikan tugu batas Kota Palembang- Banyuasin," Ungkap Hamsal, Selasa (20/8).

Dan lanjut Hamsal, Pidkor sudah mengamankan semua alat bukti terkait kasus tersebut. Tinggal proses penyelidikan terakhir untuk penetapan para tersangka dan dilakukan sangat teliti.

WP Tersangka Penipu Calon PNS ini Baru Keluar Lapas Wanita Palembang Langsung Ditangkap Lagi

Obi Prisman Tersangka Kasus Tewasnya Siswa Baru SMA Taruna Indonesia Jalani Pemeriksaan Tambahan

Hilang 4 Hari, Gadis Remaja di SU I Palembang Ini Ternyata Dibawa Kabur Lelaki Baru Dikenalnya

" Karena ini kasusnya kasus korupsi, kita harus menetapkan tersangka dengan memiliki berkas yang cukup dan benar," katanya.

"Kasus ini memang pejabatnya sama namun kontraktornya berbeda. Makanya terjadi tindak kerugian negara di dua kasus. Biaya proyek pembangunan yang dikeluarkan negara sebesar Rp 1,2 miliar kerugian atau terjadi mark up sebesar Rp 800 juta,"bebernya.

Lebih jauh Hamsal mengatakan, kasus ini sudah dicium (terjadi) pada tahun 2013. Hasil penyelidikan kasus ini bermula atas indikasi mark up pembangunan tugu batas di empat titik, yakni Palembang-Banyuasin di kawasan Terminal Km 12, Palembang-Banyuasin di kawasan Jakabaring, Palembang-Banyuasin di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), serta perbatasan Palembang-Inderalaya di kawasan Kertapati.

"Telah diungkap satu kasus. Sekarang tinggal tanjung api api. Hanya dua lokasi itu saja Jakabaring dan tanjung api api. Kalau dua tugu lainnya sudah kita selidiki tidak ada kerugian negara,"ungkapnya kembali.

Ditambahkan Kanit Tipikor ini, pihaknya hanya tinggal penetapan tersangka dari tindak kerugian Negara sebesar Rp 800 juta itu. Apakah pelakunya kontraktor atau pejabat yang memberikan proyek.

"Tunggu saja mudah-mudahan secepatnya akan kita gelar penetapan para tersangka,"tutupnya. (diw). ‎

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved