Mengenal Kartosoewirjo, Pentolan Pemberontak Paling Dekat dengan Soekarno Tapi Malah Dihukum Mati
Mengenal Kartosoewirjo, Pentolan Pemberontak Paling Dekat dengan Soekarno Tapi Malah Dihukum Mati
Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Mengenal Kartosoewirjo, Pentolan Pemberontak Paling Dekat dengan Soekarno Tapi Malah Dihukum Mati
SRIPOKU.COM - Kartosoewirjo, merupakan salah satu pentolan pemberontak DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) atau NII (Negara Islam Indonesia) yang sempat membuat Soekarnomenangis
Dilansir dari SOSOK.grid.id dalam artikel 'Bung Karno Menangisi Sahabatnya, Si Pria Pendek Bertubuh Kurus dan Rambut Keriting', Soekarno tak kuasa menahan tangis saat ia harus menandatangani surat keputusan untuk menghukum mati Kartosuwiryo
Yang membuat sedih Bung Karno bukanlah kelompok pemberontak tersebut, namun Kartosuwiryo pimpinan dari kelompok itu adalah sahabat masa muda Soekarno.
Kartosoewirjo, adalah salah satu kawan dari Soekarno kala masih menimba ilmu dan mondok di rumah HOS TJokroaminoto di Surabaya pada tahun 1918-an.
• Capricorn, Virgo dan Scorpio Zodiak Ini Suka Banget Menunda-nunda Pekerjaan, Kamu Termasuk?
• Jet Li Sembuh? Foto Terbarunya Kejutkan Fans, Kembali Bugar Setelah Divonis Penyakit Mematikan
• 50 Fakta Unik dan Menarik Kota Palembang yang tak Banyak Diketahui, No 35 Legenda Hantu Banyu

Ketika menjabat menjadi Presden pasca Kemerdekaan Indonesia, selang berapa tahun kemudia meletuslah pemberontakan yang dipicu kekecewaan dan dipimpin oleh sang sahabat, Kartosoewirjo.
Salah satu keputusan berat yang harus diambil Soekarno adalah menandatangai vonis mati terhadap sahabatnya tersebut.
Karena Kartosoewirjo terbukti sebagai Imam dan Pimpinan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII).
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, berkas eksekusi mati tertulis nama itu berkali-kali disingkirkan dari meja kerja Soekarno.
Soekarno dan Kartosoewirjo sama-sama berguru kepada orang yang sama yakni HOS Tjockroaminoto.
"Pada 1918 ia adalah seorang sahabatku yang baik. Kami bekerja bahu membahu bersama Pak Tjokro demi kejayaan Tanah Air.
Pada 16 Agustus, tepat 56 tahun Kartosoewirjo, seorang pemimpin gerakan DI/TII, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Mahkamah Darurat Perang (Mahadper).
Keputusan itu diiringi tangisan Bung Karno, sebab dia harus menandatangani surat hukuman mati pria bernama lengkap Sukarmadji Maridjan Kartosoewirjo tersebut.
Maklum, seperti dikisahkan dalam artikel, Kartosoewirjo adalah teman seperjuangan Bung Karno, bahkan ada yang menyebut mereka merupakan sahabat dekat.
Menumpas aksi pemberontakan yang sedang merongrong kedaulatan dan kewibawaan NKRI merupakan tugas utama pasukan Kostrad.