Ratusan Warga Binaan dan Petugas di Penjara Ini Kompak Menari Kolosal, Hasilnya Pecahkan Rekor MURI!

160 Warga Binaan Lapas Klas 2A Kota Palopo, Pecahkan Rekor MURI Lewat Aksi Tarian Kolosal

Ratusan Warga Binaan dan Petugas di Penjara Ini Kompak Menari Kolosal, Hasilnya Pecahkan Rekor MURI!
Kompas.com
Ratusan Warga Binaan dan Petugas di Penjara Ini Kompak Menari Kolosal, Hasilnya Pecahkan Rekor MURI! 

160 Warga Binaan Lapas Klas 2A Kota Palopo, Pecahkan Rekor MURI Lewat Aksi Tarian Kolosal

SRIPOKU.COM - Dalam rangka meramaikan dan merayakan HUT RI ke-74, warga binaan Lapas Klas 2A Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menggelar tarian kolosal  bertema "Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya" di halaman Lapas Kota Palopo, Kamis (15/8/2019).

Menggelar tarian kolosal bertema "Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya" di halaman Lapas Kota Palopo itu, membuat warga binaan Lapas Klas 2A Kota Palopo, memecahkan rekor MURI.

Melansir dari laman berita Kompas.com, Sebanyak 160 warga binaan dan 80 pegawai Lapas Palopo mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Para peserta menggunakan pakaian adat Sulawesi Selatan.

Tarian kolosal ini berlangsung secara serentak dengan melakukan video conference langsung dengan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham yang sama-sama melakukan tari kolosal di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Ratusan warga Binaan dan Pegawai Lapas Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengikuti Tarian Kolosal 'Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya' di halaman Lapas Kota Palopo, Kamis (15/08/2019)
Ratusan warga Binaan dan Pegawai Lapas Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengikuti Tarian Kolosal 'Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya' di halaman Lapas Kota Palopo, Kamis (15/08/2019) (MUH. AMRAN AMIR S. HUT)

Kepala Lapas Kelas 2A Kota Palopo Indra Sofyan mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemajuan bangsa dengan memperkuat persatuan dan kesatuan.

“Yang tujuannya agar kita bekerja, bersatu antara warga binaan dan pegawai lapas. Supaya mereka bekerja dalam arti meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia,” kata Indra, di halaman Lapas Palopo, Kamis.

Prestasi Sriwijaya FC Tak Seiring dengan Dukungan Suporter, saat Lawan Babel United GSJ Makin Sepi

Ingin Tetap Melek tapi Minum Kopi Takut Entah Kenapa-kenapa? 7 Alternatif ini sebagai Pengganti Kopi

LINK Live Streaming Arema FC vs Persebaya Surabaya di Indosiar, Liga 1 2019 Nonton Disini!

Kapolres Lubuklinggau Pimpin Patroli Karhutla, Cegah Warga Bukan Lahan dengan Cara Membakar

Indra mengatakan, dalam melakukan tarian kolosal ini para peserta hanya dilatih selama lima hari.

“Memang waktunya agak mepet dari latihan sampai pelaksanaan secara massal se-Indonesia. Namun, semangat dan antusias peserta tetap melaksanakan ini dengan lancar,” ucapnya.

Setelah menggelar tarian kolosal, warga binaan juga menggelar hiburan lain termasuk vokal grup.

“Warga binaan juga melakukan hiburan untuk mempererat silaturahim dan mengembangkan SDM. Mereka menari tiga etnis yakni tari etnis Makassar, Bugis, dan Etnis Toraja," ujarnya

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved