Harus Diwaspadai, Inilah 3 Penyakit Saat Cuaca Dingin; Biduran, Asma dan Pilek

Meski Indonesia merupakan negara tropis, ada kalanya cuaca terasa lebih dingin daripada biasanya. Bersamaan dengan cuaca yang lebih dingin, ada bebera

Harus Diwaspadai, Inilah 3 Penyakit Saat Cuaca Dingin; Biduran, Asma dan Pilek
Tribunlampung.com
Ilustrasi - Reaksi orang yang kurang sehat ketika menghadapi udara dingin ialah hidung tersumbat atau pilek.

SRIPOKU.COM - Meski Indonesia merupakan negara tropis, ada kalanya cuaca terasa lebih dingin daripada biasanya. Bersamaan dengan cuaca yang lebih dingin, ada beberapa penyakit yang patut diwaspadai.

Ini 5 Minuman Hangat Berbahan Dasar Susu dari Berbagai Negara, Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Jamu Beras Kencur, Minuman Tradisional Penghangat Tubuh di Kala Cuaca Dingin

Dikutip dari Mayo Clinic: Family Health Book terbitan Intisari, berikut adalah berbagai macam penyakit yang bisa dipicu oleh udara dingin:

1. Biduran
Biduran sangat umum terjadi. Sekitar 20 persen orang pernah mengalami biduran atau urtikaria setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Biduran.
Biduran. (nonsprecare.it)

Biasanya, keadaan ini dapat disebabkan oleh alergi internal maupun eksternal. Namun, biduran juga bisa dipicu oleh udara dingin karena pada orang dengan alergi dingin, suhu tubuh yang lebih rendah membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, timbul reaksi alergi berupa bentol-bentol biduran.

Jika Anda terkena biduran, jangan panik. Anda dapat mengkonsumsi obat yang mengandung antihisamin untuk mengatasinya. Selain itu, usahakan menggunakan pakaian tebal serta menghindari makanan-makanan pemicu biduran lainnya, seperti kerang, ikan, kacang-kacangan, telur serta susu.

2. Asma
Asma seringkali dianggap sepele oleh orang lain. Padahal, lebih dari 5.000 orang Amerika meninggal setiap tahun akibat asma. Setiap tahun juga terdapat 400.000 penderita asma yang dirawat di rumah sakit.

Asma merupakan kondisi kronis yang terjadi saat saluran paru-paru (bronkus) meradang. Otot-otot dinding bronkus mengerut, dan selaput lendir yang melapisi dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Serangan asma dapat berlangsung beberapa menit hingga berhari-hari.

Penyebab asma adalah alergi atau keturunan. Namun, asma juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lainnya, termasuk udara dingin. Udara dingin merupakan pemicu asma karena sel-sel tubuh yang bertugas untuk melawan virus melemah pada suhu yang rendah.

Jika asma terlanjur timbul, cara mengobatinya adalah dengan menggunakan inhaler atau terapi obat-obatan. Namun untuk mencegah asma terjadi karena suhu dingin, Anda dapat menggunakan pakaian yang tebal, menjaga udara agar tetap lembab dan melakukan olahraga yang dapat melatih pernapasan seperti berenang.

3. Pilek
Umumnya, reaksi orang yang kurang sehat ketika menghadapi udara dingin ialah hidung tersumbat atau pilek. Hal ini karena virus memang berkembang lebih cepat ketika terjadi penurunan suhu. Selain itu, udara yang dingin juga mempengaruhi sistem imun seseorang.

Hidung tersumbat bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun, hal itu sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan juga bisa menular. Untuk mengatasinya, Anda dapat meminum campuran jahe dan air hangat serta beristirahat yang cukup, serta menggunakan masker ketika keluar rumah. (Hana Nushratu)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://sains.kompas.com/ dengan Judul:
3 Penyakit yang Harus Diwaspadai Saat Cuaca Dingin

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved