Breaking News:

Terpantau Pendapatan Kecil, BPPD Tarik Delapan Alat E Tax Dari Restoran dan Rumah Makan

Terpantau Pendapatan Kecil, BPPD Tarik Delapan Alat E Tax Dari Restoran dan Rumah Makan Sehingga alat tersebut dipindahkan ke lokasi tempat lain

SRIPOKU.COM/Yandi Triansyah
pemasangan e tax di restoran pempek di Palembang setelah sebelumnya dikenakan SP 2 oleh BPPD, Selasa (23/7) 

Laporan wartawan sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD)  
melakukan penarikan alat pemantau pajak (e tax) terhadap restoran yang omzetnya kecil.

Alat tersebut kemudian dipindahkan ke tempat lain yang berpotensi pendapatannya lebih besar.

Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan, setidaknya ada delapan e tax yang ditarik dan dipindahkan ke lokasi lain.

Penarikan ini dilakukan setelah dilakukan sampling selama sepekan pasca dipasang, ternyata datanya yang pihaknya diterima tempat rumah makan dan restoran memiliki omzet tidak berpotensi.

Sehingga alat tersebut dipindahkan ke lokasi tempat lain yang lebih berpotensi. Sedangkan tempat yang ditarik e tax tetap membayar pajak sesuai dengan omzet yang mereka dapatkan.

"Setelah kita pasang, kita tau berapa omzet sebenarnya kalau omzetnya masih kecil ya kita tarik dan kita pindahkan alatnya," kata Sulaiman, Kamis (1/8/2019) saat dihubungi.

Restoran dan Rumah Makan di Palembang tak Gunakan Alat Pemantau Pajak Online (e tax), Izin Dicabut

Video Rekaman Barbie Kumalasari Beredar Pasca Galih Minta Maaf ke Fairuz

Kisah Dibalik Lagu Sampai Tutup Usia Versi Angga Candra, Wakili Kisah Cinta SBY dan Ani Yudhoyono

Kebijakan ini kata Sulaiman dilakukan bahwa pihaknya tidak mengincar restoran rumah makan atau tempat makan pempek yang masih kecil omzetnya. Melainkan pihaknya fokus terhadap objek pajak yang sudah besar.

"UKM tidak kita tarik pajaknya, malahan kita bantu. Kami fokus terhadap restoran dan rumah rumah makan yang besar," kata dia.

Jadi dia menegaskan tidak benar jika pihaknya memungut pajak terhadap seluruh jenis pedagang pempek dan rumah makan.

Restoran pempek dan rumah makan yang omzetnya besar dan selalu ramai didatangi yang menjadi fokus pihaknya untuk dipasang e tax.

"Setelah dipasang dan rumah makan itu terbukti kecil penghasilannya tidak jadi kita pasang alatnya," kata dia.

Menurut dia, Palembang ini sumber penghasilannya dari pajak. Karena Palembang tak memiliki tambang, batu bara, kebun dan lainnya. Sehingga penghasilannya dari sektor restoran, rumah makan dan sejenisnya inilah yang menjadi fokus pihaknya untuk meningkatkan pendapatan.

"Sekarang sudah ada 400 e tax kita pasang, kami masih menunggu alat datang untuk menimbulkan rasa keadilan jangan sampai restoran yang besar tapi masih lolos," kata dia.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved