Kisah Gadis India yang Ditolak Keluarga Donorkan Ginjalnya Hanya Karena Terlahir Sebagai Perempuan

Kisah Gadis India yang Ditolak Keluarga Donorkan Ginjalnya Hanya Karena Terlahir Sebagai Perempuan

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Fadhila Rahma
Kompas Internasional
Kisah Gadis di India. 

Kisah Gadis India yang Ditolak Keluarga Donorkan Ginjalnya Hanya Karena Terlahir Sebagai Perempuan

SRIPOKU.COM - Hanya karena dirinya terlahir sebagai seorang perempuan, Gadis 16 tahun asal Sheikpura, India, Khanchan Kumari harus menanggung rasa sakit akibat gagal ginjal akut yang dideritanya.

Khanchan Kumari didiagnosis mengalami gagal ginjal akut setelah kedua ginjalnya tidak berfungsi.

Kumari diharuskan untuk melakukan transplantasi ginjal agar dapat bertahan hidup.

Agar dapat bertahan hidup Kumari harus melakukan serangkaian operasi yang di perkirakan menelan biaya sekitar 1,4 Miliar.

Akan tetapi orang tua remaja ini menolak untuk mendonorkan ginjal mereka.

Masa Lalu Gading Marten Dibongkar Ussy, Rela Begini Demi Gisella Dia Kalau Cinta Kelihatan Banget

Video: Bentrokan Antar Warga dengan Kepolisian di RSUD Empatlawang, 4 Anggota Kena Tusuk dan Kritis

Pria Ini Nekat Selipkan Narkoba di Anus, Terbang dari Batam Tertangkap di Bandara SMB II Palembang

Mengutip dari laman Akun Instagram @yafakta, Pihak keluarga Kumari tak mau mendonarkan ginjal untuknya hanya karena ia seorang perempuan.

Menurut  mereka pengorbanan mereka tak akan sebanding dengan kesembuhan gadis tersebut.

Ada beberapa organisasi di India yang mau membantu pengobatan pasien dengan kasus yang sama seperti Kumari.

Tetapi, orang tua dan pihak keluarga dari Kumari memilih untuk tak mau mencari bantuan yang membantu membiayai pengobatan Kumari.

Mereka memilih untuk membawa pulang dan merawat Kumari Sendiri.

Dari data The Time Of India, diketahui sebanyak 77 persen pendonor ginjal berasal dari perempuan, namun hanya sebesar 8 persen perempuan yang menjadi penerima donor ginjal.

Dari kasus Kumari ini, Masih banayak ditemukan diskriminasi gender, khususnya terhadap kaum perempuan di India.

Sejak Dalam Kandungan Perempuan India Telah Mengalami Diskriminasi

Betapa beratnya menjadi perempuan di India. Perempuan sering kali dijadikan objek kekerasan seksual, dan sejak bayi perempua di negara India sudah harus merasakan diskriminasi yang justru dilakukan oleh ibu mereka.

Mengutip dari laman Merdeka.com, wanita India lebih menjaga bayi lelaki ketimbang perempuan.

Ini seperti dilansir lembaga pendidikan Universitas Negara Bagian Michigan dan Universitas California di Amerika Serikat.

Kisah Gadis di India.
Kisah Gadis di India. (Kompas Internasional)

Mereka mensurvei lebih dari 30 ribu perempuan di Negeri Hindustan itu dan hasil mengejutkan bayi laki-laki memperoleh kasih sayang lebih sebelum dilahirkan.

Para ibu yang mengandung bayi laki-laki bahkan rela datang untuk memeriksakan kandungan mereka ke dokter secara rutin.

Selain itu mereka juga menambah suplemen vitamin, zat besi, serta suntik tetanus agar bayi lelakinya semakin sehat.

Saat lahir pun para ibu akan membawa pulang jagoan kecilnya secara hati-hati dan penuh kasih.

Sementara bila para ibu mengetahui bayi mereka perempuan tidak terlalu mempedulikan kondisi janinnya.

Diskriminasi pemeriksaan medis juga terjadi dan bayi perempuan memiliki risiko kesehatan lebih besar.

Inilah 5 Daya Tarik Wisata Kalimantan, Buktikan Calon Ibu Kota Baru Penuh Pesona (2)

Dikabarkan Berkencan dengan Kwon Nara, Begini Reaksi Agensi Lee Jong Suk Terhadap Hubungan Keduanya

Inisiatif Sendiri, Warga Hadang Truk Batubara PT GPP

 

Asisten Profesor Leah Lakdawala dari Universitas Negara Bagian Michigan mengatakan ini sudah diskriminasi secara sistematis meski tidak terlalu buruk dibandingkan aborsi janin perempuan, namun hal ini berpengaruh besar pada kesejahteraan hidup anak-anak selanjutnya. "Ini seperti melukiskan peristiwa mengerikan," ujarnya.

Selain itu para ibu sengaja tidak melakukan suntik tetanus jika janinnya perempuan.

Padahal ini bisa mengakibatkan risiko bayi meninggal saat dilahirkan. Selain itu berat badan si kecil akan di bawah rata-rata.

Selain India beberapa negara juga memberlakukan diskriminasi pada bayi perempuan seperti di China, Bangladesh, dan Pakistan.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved