Berita Palembang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ancam Pecat Kepala Sekolah Berlaku Semena-Mena

salah satu kepala sekolah SD Negeri di Kota Palembang cari wali murid yang mengadukan adanya oknum guru di sekolah mewajibkan beli busana muslim.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ancam Pecat Kepala Sekolah Berlaku Semena-Mena
Tribunsumsel.com/Melisa Wulandari
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG --Tak terima sekolahan di SD tempat dirinya memimpin, salah satu kepala sekolah SD Negeri ada di Kota Palembang cari wali murid yang mengadukan adanya oknum guru di sekolah tersebut yang mewajibkan wali murid untuk membeli busana muslim dan perlengkapan lainnya. Bahkan jika ketemu makan murid tersebut akan dikeluarkan.

Wali murid berinisial IM mengatakan setelah diberitakan keluhan wali murid atas diwajibkannya pembelian busana muslim dan perlengkapan lainnya seperti rompi dan kaos kaki, membuat Kepala sekolah SD tersebut mencari wali murid yang mengadukan hal tersebut dan ditanya satu persatu. bahkan jika ketahuan wali murid tersebut anaknya akan diberhentikan.

"Selama 3 hari terakhir kepala sekolah tersebut memanggil semua wali murid dimulai di hari yang pertama hanya kelas wali murid kelas satu dipanggil rapat dan menanyakan wali murid yang bersangkutan, hari kedua katanya ada tim syber khusus yang mencari dan keesokan harinya wali murid diajak berkumpul dari kelas 1sampai kelas 6 secara bertahap. Kami dengar kalau sampai ketahuan anaknya bakal dikeluarkan,"ujarnya kepada Sripoku.com, Jumat (26/7/2019).

75 Anggota DPRD Sumsel Priode 2019-2024 Dilantik September, Satu Caleg Terpilih Meninggal Dunia

Diduga Korsleting Listrik, Sebuah Rumah Panggung di Kabupaten OKU Selatan Hangus Terbakar

Bank Sumsel Babel Tambah Rp 200 M untuk KUR Tahun 2019, Ini Syarat dan Ketentuan Kreditnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan tidak diperbolehkan kepala sekolah membentuk tim syber mencari wali murid yang mengadukan permasalahan tersebut apalagi mengeluarkan anaknya.

"Oh tidak bisa, tidak boleh kepala sekolah seperti itu. Tanggung jawab saya itu (walimurid tersebut) silahkan kalau mau cari dan sebagainya. Kan mudah kalau cari tau yang beli itu. Kenapa harus dicari. Lapor ke saya kalau ada kepala sekolah yang mau berhentikan murid tersebut. Akan saya pecat kepala sekolahnya,"ujarnya saat ditemui di Dinas Pendididkan kota Palembang, Jumat (26/7/2019).

Ia mengatakan bahwa guru ataupun perangkat sekolah lainnya jangan melakukan pungutan di sekolah dan hal tersebut sudah dipesannya sejak awal PPDB tentang tidak ada pungutan di sekolah uang apa pun itu termasuk pakaian.

"Kalau ada di pasar kenapa kita harus kordinirkan. Kita masih menunggu masalah pakaian. Dalam Permendikbud itu juga tertuang daerah boleh menggunakan pakaian khusus sebagai ciri khas. Dan itu akan dibicarakan dulu dengan Walikota, wakil walikota , sekda kota Palembang dan stakeholder lainya,"katanya.

Ia menuturkan sekolah jangan sembarangan dalam memberikan keputusan. Sekolah jangan semena-mena. Setelah ada keputusan bersama mungkin sekolah boleh memakai ciri khas tapi tidak berlebihan.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved