Berita Nasional
Arti Logo Baru Gojek Simbol Evolusi, Dalam 3 Tahun Mitra Gojek Capai 2 Juta Pengemudi
Arti Logo Baru Gojek Simbol Evolusi, Dalam 3 Tahun Mitra Gojek Capai 2 Juta Pengemudi, Jadi Platform Teknologi On-Demand Terdepan di Asia Tenggara
Gojek, tambah Kevin, telah berevolusi dari sebuah call center menjadi sebuah ekosistem teknologi yang menawarkan cara pintar untuk mengurangi tantangan yang masyarakat hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami memanfaatkan teknologi, data dan pemahaman kami mengenai pasar tempat kami beroperasi untuk menghadirkan inovasi dan kesempatan bagi semua pihak di dalam ekosistem kami supaya bisa hidup lebih baik."
"Kami mengoptimalisasi produk dan layanan, serta mempersonalisasi produk sesuai dengan preferensi tiap konsumen."
"Saat ini di ekosistem kami sudah terdapat tiga aplikasi super yang saling berkaitan untuk
membantu konsumen, mitra dan merchant ,” ungkap Kevin.
Di sisi aplikasi konsumen, yang awalnya hanya menyediakan 3 layanan, kini telah berevolusi
menjadi 22 layanan on-demand untuk berbagai kebutuhan.
Bahkan, aplikasi Gojek juga menjadi
platform sosial saat memperkenalkan fitur chat antar pengguna bulan April lalu.
Selain itu, konsumen Gojek dapat dengan mudah memberikan tips secara cashless melalui fitur tipping.
Tercatat total tip yang diberikan melalui aplikasi Gojek hingga saat ini mencapai Rp 285 miliar.
Di sisi aplikasi mitra, teknologi Gojek juga berevolusi dari aplikasi mencari order menjadi aplikasi yang tidak hanya mempermudah mitra mendapat dan menjalankan order, tetapi juga membukakan akses pada berbagai produk finansial serta fitur keselamatan dan keamanan.
Sementara itu di sisi mitra merchant , platform Gojek telah berevolusi menjadi sebuah aset
digital untuk ekspansi bisnis dan naik kelas.
"Teknologi yang kami tawarkan kepada merchant dari hulu ke hilir. Kami menawarkan kemudahan perluasan pasar melalui GoFood, kemudahan pembayaran, inventori, point of sale hingga kemudahan membuat promo sendiri,” kata Kevin.
“Sebagai sebuah platform dengan lebih dari dua puluh layanan on-demand , jutaan mitra driver
dan merchant, serta puluhan juta konsumen, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan
untuk menyeimbangkan kebutuhan para mitra maupun konsumen."
"Guna memastikan kami tetap memberikan pengalaman yang terbaik, Gojek terus memanfaatkan teknologi terkini termasuk teknologi machine learning dan artificial intelligence untuk membangun sistem alokasi pintar. Dengan sistem alokasi yang canggih dan pintar ini, terjadi peningkatan signifikan di sisi
pengalaman driver dan juga konsumen, mulai dari penurunan tingkat pembatalan hingga utilisasi, serta peningkatan dispatch time.
Hal senada juga dikatakan Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo, dalam kesempatan yang sama menyatakan keandalan teknologi dan model bisnis ekosistem yang dikembangkan Gojek membuat aplikasi kebanggaan merah putih ini terus memimpin di Indonesia - pasar terbesar di Asia Tenggara.
“Kami memulai layanan dengan ride-hailing tapi hanya dalam waktu singkat kami telah berevolusi menjadi yang terdepan di layanan transportasi, pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, serta layanan merchant ,” kata Andre.