Berita OKU Timur

Agen Buah di OKU Timur Ini Manfaatkan Lahan Sawah untuk Budidaya Tanaman Semangka

Musim kemarau tidak selamanya menjadi momok menakutkan bagi petani terutama mereka yang bisa memanfaatkan lahan sawah.

Agen Buah di OKU Timur Ini Manfaatkan Lahan Sawah untuk Budidaya Tanaman Semangka
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Riadi, seorang agen buah semangka mencoba melakukan Budidaya semangka di musim kemarau memanfaatkan lahan sawah yang mengalami kekeringan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Musim kemarau tidak selamanya menjadi momok menakutkan bagi petani terutama mereka yang bisa memanfaatkan lahan sawah belum digarap ketika musim kemarau.

Seperti yang dilakukan oleh petani di kabupaten OKU Timur, kurangnya persediaan air dimanfaatkan dengan mengganti tanaman utama yang sebelumnya padi menjadi tanaman semangka.

Seperti yang dilakukan oleh Riadi (36), warga Desa Karangkemiri Kecamatan Belitang  OKU Timur Ini.

Riadi  sebelumnya menggeluti profesi sebagai petani padi dan Agen buah semangka selama kurang lebih tiga tahun.

Di musim kemarau ini Riadi mencoba budidaya semangka non biji di lahan sawah warga yang belum digarap karena musim kemarau.

"Sebelumnya pernah tanam dan berhasil. Tapi belum seluas ini, makanya sekarang dicoba," katanya.

Menurutnya, lahan yang digunakan untuk menanam semangka merupakan milik petani di wilayahnya yang tidak digarap dan dipinjamkan kepadanya selama musim kemarau.

Herman Deru Ingin Kompetisi E-Sport Piala Gubernur Sumsel Jadi Pesta Rakyat Anak Muda Sumsel

Melewati Jalan Tembok Baru 9-10 Ulu Palembang, HP Xioami Siswi SMA Ini Dirampas Pelaku Cewek

Jalan Lingkar Timur Pagaralam Kondisinya Memprihatinkan, Rusak dan Banyak Lubang

Dirinya mengaku sangat diuntungkan karena selain semangka sangat cocok di lahan persawahan yang kekurangan air, modal yang dikeluarkan juga lebih sedikit karena tidak perlu menyewa lahan lagi.

"Lahan yang saya gunakan seluas satu hektare (Ha) milik beberapa orang tetangga yang dipinjam dengan prinsip simbiosis mutualisme. Karena kalau dipakai untuk tanam semangka, pas masuk musim tanam padi, tanahnya jadi lebih subur. Padinya jadi lebih gemuk," jelasnya.

Penanaman semangka juga hanya memakan waktu singkat, kurang lebih 100 hari. Dengan konsumsi air kurang dari separuh pemakaian untuk tanaman padi, tanaman semangka memang cocok dibudidayakan saat kemarau.

Sebab jika ditanam saat musim hujan, tanaman akan menjadi busuk karena terlalu banyak air.

"Apalagi dengan harga jual buah semangka di pasaran sekitar Rp 5 ribu per kilogram dirinya memperkirakan dapat meraup keuntungan dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Sujarwanto mengatakan, saat musim kemarau seperti saat ini lebih cocok di tanam dengan tanaman palawija, seperti halnya semangka dibandingkan dengan tanaman padi mengingat selain perawatan yang mudah, juga tidak terlalu banyak hama yang menyerang, ditambah harga jual semangka yang masih relatif tinggi.

"Tentu budidaya semangka ini perlu dikembangkan bagi masyarakat yang memiliki lahan yang memang ngangur saat musim kemarau," jelasnya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved