Berita Palembang

Jadi Informan Polisi, Ramli Hasan Basri Ditikam Mahidin Hingga Tewas, Ini Rekonstruksinya

Pelaku menduga korban adalah informan dan memberikan informasi kepada polisi sehingga adik tersangka ditangkap polisi saat menjadi kurir narkoba.

Jadi Informan Polisi, Ramli Hasan Basri Ditikam Mahidin Hingga Tewas, Ini Rekonstruksinya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Sat Reskrim Polresta Palembang, dipimpin Waksat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukman, saat mengelar rekonstruksi pembunuhan korban Ramli Hasan Basri di Halaman samping Mapolresta Palembang, Selasa (16/7). 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sat Reskrim Polresta Palembang, mengelar rekonstruksi atas kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka Mahidin alias Udin, terhadap korban Ramli Hasan Basri alias Wek, yang terjadi di Lorong Asam, Palembang, Kamis (16/11/2018), lalu sekitar pukul 19.30.

Rekonstrusi yang dipimpin langsung oleh Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukmana, digelar di samping halaman Polresta Palembang, Selasa (16/7).

Terhitung ada 16 adegan dalam rekonstruksi tersebut dan  peran korban diperankan dari pihak polresta dan peran pelaku dan saksi diperankan langsung oleh pelaku dan saksi-saksi.

Dimana, dalam peristiwa kematian korban, dalam rekonstrusi adegan 1, peristiwa itu berawal saat pelaku (Mahidin-red) menelepon korban (Ramli Hasan Basri-red), untuk datang menemuinya, di Lorong H Umur, lalu korban datang dengan mengunakan sepada motornya.

Pada adegan ke-3, korban dan pelaku menaiki motor bersama menuju simpang 3 lorong asam. Ketika sampai ditempat tujuan, pelaku kemudian menanyakan apakah benar korban menjadi informan polisi dan korban mengakui kebenaran itu.

Setelah Sempat Kabur ke Pekanbaru Riau dan Pulau Bangka, Tahanan Kabur Ini Balik lagi ke Palembang

Tiga Pemuda Belimbing Muaraenim Ini Terekam CCTV Saat Mencuri Kotak Amal Masjid Baitul Rahman PT TEL

Lalu pada adegan ke-6, pelaku menelepon saksi Weni untuk datang menemui pelaku di TKP (tempat kejadian perkara. Saat itu saksi Weni dan saksi Fifit langsung datang ke TKP, bertemu disana. Pada adegan ke-9, terjadilah keributan pelaku dengan korban dan tersangka berkata " Ku tujah Kau" dan dijawab korban " Tujahlah"

Terjadilah penusukan terhadap korban pada adegan ke-12, pelaku menusuk korban kearah badan sebanyak 1 kali.

Dan adegan ke-13 pelaku kembali menusuk korban ke lengan kiri sebanyak 1 kali. Hingga pada adegan ke-16, pelaku melarikan diri mengunakan sepada motor.

" Benar kita sudah melakukan rekonstruksi terhadap kasus pemunuhan korban Wek yang dilakukan tersangka Mahidin, " ungkap Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara melalui Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukmana.

Lanjut Ginanjar, dalam rekonstruksi ini ada 16 adegan yang dilakukan, diperan pelaku, saksi-saksi dan korban di peran oleh pihak polresta Palembang," rekonstruksi ini digelar untuk melengkapi pengiriman berkas ke kejaksaan negeri, Palembang," katanya.

Ditambahkan Ginanjar, motifnya sendiri, karena dendam, korban diduga pelaku merupakan informan Polisi, dan memberikan informasi kepada pihak polisi, bahwa adik pelaku merupakan kurir narkoba dan akibat informasi itu, adik pelaku ditangkap.

" Motifnya itu, oleh pelaku menghabisi nyawa korban dengan 2 tusukan," tutupnya. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved