2 Hari Berjibaku Jinakkan Si Jago Merah, BPBD PALI Nyatakan 20 Ha Lahan Gambut di PALI Dipadamkan

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten PALI akhirnya bisa dipadamkan usai dua (2) hari berjibaku dilapangan

2 Hari Berjibaku Jinakkan Si Jago Merah, BPBD PALI Nyatakan 20 Ha Lahan Gambut di PALI Dipadamkan
BPBD PALI
Tim terpadu Karhutla Kabupaten PALI saat berjibaku memadamkan api di lahan gambut. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) akhirnya bisa dipadamkan usai dua (2) hari berjibaku dilapangan, Senin (15/7/2019).

Sedikitnya 20 hektare lahan gambut atau lahan tidur Desa Prambatan yang berbatasan dengan lahan kepala sawit milik PT Golden Blonsoom Sumatera (GBS) sejak Sabtu hingga Minggu (13-14/7/2019) kemarin berhasil dipadamkan.

"Alhamdulillah titik api dilokasi kebakaran sudah berhasil kita padamkan. Sempat kita kewalahan karena lokasi merupakan lahan gambut, namun berkat kerja keras tim, akhirnya upaya kita berhasil," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Senin (15/7).

BREAKING NEWS : Ditabrak Motor dari Belakang, Ibu Rumah Tangga di Palembang Ini Tewas Lakalantas

Video: Ternyata Ini Motif Tersangka Menewaskan Siswa MOS SMA Taruna Indonesia Palembang

Tak Terima Jadi Tersangka, Pablo Benua Laporkan Fairuz A Rafiq dan Hotman Paris, Merasa Tak Bersalah

Menurut Junaidi, untuk memadamkan api tersebut, tim terpadu Karhutla, diantaranya TRS BPBD PALI 16 personil, Koramil Talang Ubi 20 orang dan petugas PT GBS 50 orang harus kerja ekstra baik siang dan malam.

"Sedikitnya ada 14 unit mobil pompa baik kapasitas sedang dan kecil untuk memadamkan api di lahan gambut tersebut," ujarnya

Namun begitu, lanjut Junaidi bahwa pihaknya tetap mewaspadai titik api kembali timbul dengan memantau sekitar lokasi bekas kebakaran.

"Kita tetap tugaskan beberapa anggota TRC BPBD untuk memantau dan meminta pihak GBS serta warga untuk segera melaporkan apabila titik api kembali muncul. Sebab lokasi kebakaran adalah lahan gambut yang mudah terbakar terlebih saat ini kondisi dilapangan cukup kering," terangnya.

Untuk hindari kebakaran serupa, Junaidi tetap sampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan apabila membuka ladang baru.

"Agar tidak timbulkan bencana asap, maka kami himbau agar masyarakat untuk hindari bakar lahan," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Soccer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved