10 Amalan Penggugur Dosa Besar Manusia Menurut Ajaran Islam, No 4 Mudah tapi Sering Dilupakan

10 Amalan dalam Islam Ini Sebagai Penggugur Dosa Besar Manusia, No 4 Mudah Tapi Sering Dilupakan

10 Amalan Penggugur Dosa Besar Manusia Menurut Ajaran Islam, No 4 Mudah tapi Sering Dilupakan
SRIPOKU.COM
10 Amalan dalam Islam Ini Sebagai Penggugur Dosa Besar Manusia, No 4 Mudah Tapi Sering Dilupakan 

6. Puasa

Bacaan Niat Puasa Rajab Tanggal 13,14, 15 atau Puasa Ayyamul Bidh & Keutamaan bagi yang Melaksanakan
Ilustrasi Puasa (SRIPOKU.COM/SUDARWAN)

Puasa, selain bisa mecegah kita dari melakukan perbuatan-perbuatan dosa, juga bisa menjadi amalan yang membuat dosa-dosa kita diampuni.

Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat”.

7. Berbuat amal kebaikan

Dengan kita berbuat amal kebaikan, tentu kita akan menambah hitungan pahala sebagai bekal kita di akhirat kelak.

Selain itu, ternyata amal kebaikan juga bisa menjadi pelebur dosa-dosa kita yang telah lalu.

Hal ini tertuang dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada baagian permulaaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Huud : 114)

8. Membaca lafadz ringan namun berat di timbangan amal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa membaca: Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan”.

Maka, banyak-banyaklah membaca lafadz dzikir satu ini, di saat apapun dan dimana pun, kecuali di tempat seperti kamar mandi, toilet atau tempat najis lainnya.

9. Memohon Syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘ alaihi wa sallam

Dalam hadis mutawatir (yaitu hadis dengan jalur riwayat yang banyak), terdapat sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang syafa’at:

“Syafa’atku untuk pelaku dosa besar dari umatku”.

Selain itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Separuh dari umatku akan dipilih untuk masuk surga atau akan diberi syafa’at. Maka aku pun memilih agar umatku diberi syafa’at karena itu tentu lebih umum dan lebih banyak. Apakah syafa’at itu hanya untuk orang bertakwa? Tidak. Syafa’at itu untuk mereka yang terjerumus dalam dosa (besar)”.

Feby Deru Kenalkan Produk-produk Hasil Karya UMKM Sumsel di Ajang Karya Kreatif Indonesia 2019

Tiga Srikandi SMK Juara Kompetisi Nasional Marketing Online

Persita Tangerang Widodo C Putro Buru Pempek-Es Kacang Merah, Belum Tahu Ada Pajak

Jokowi dan Prabowo Subianto: Tidak Ada Lagi 01 Atau 02, Tidak Ada Lagi Namanya Cebong dan Kampret

10. Ikhlas dalam beramal

Terdapat sebuah kisah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, tentang seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena dia membantu seekor anjing yang kehausan untuk minum dari sepatunya.

 

“Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu”. 

Dalam kisah itu tercermin bahwa wanita pezina tersebut berbuat baik dengan ikhlas tanpa mengharap balasan ataupun ucapan terima kasih dari anjing yang ditolongnya. Maka keikhlasan ini pun bisa menjadi penghapus dosa besar yang telah dia lakukan.

Penulis: Nadia Elrani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved