Informasi Haji
Lancar Komunikasi di Arab Saudi, Jemaah Haji Pakai Google Translate
Tidak bisa berbahasa Arab, jemaah haji memakai google translate. Aplikasi ini adalah cara mudah dilakukan untuk berkomunikasi dengan orang Arab.
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM/MUHAMMAD HUSIN
MADINAH, SRIPOKU.COM –Jemaah haji zaman ini, sepertinya memang selalu upadate , tidak mau ketinggalan informasi dan komunikasi, seperti dilakukan Jemaah Haji asal Palembang yang saat ini, Kamis (11/7/2019) masih berada di Kota Madinah, Arab Saudi.
Sadar tidak bisa berbahasa Arab, maka cara mudah dilakukan dengan menggunakan Google Transelate. Alhasil, komunikasidengan Jemaah haji berbeda Negara menjadi lancar dan tidak menggunakan bahasa arab.
Google translate adalah sebuah halaman penerjemah bahasa yang dibuat oleh Google, yang menjadi andalan ketika sedang kesulitan dalam menerjemahkan antar bahasa.
Jika dahulu kita harus menggunakan kamus secara manual untuk satu persatu mencari kata-kata yang ingin diterjemahkan ke bahasa lain, misalnya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, maka di era modern inisudah tidak perlu pusing dan ribet lagi dalam urusan terjemahan.
Dalam prakteknya, Google Translate terbukti sangat membantu bagi Jemaah haji.
“Saya kan tak punya latarbelakang pendidikan bahasa arab, jadi saya coba pakai google translate, ternyata cukup membantu, kendati ada bahasa yang tidak nyambung, tetapi secara umum, sata paham,” kata Victor (43), Jemaah haji Kloter 2 dari KBIH Varita Pusri saat berbincang-bincang dengan kontributor sripo di Madinah, H Hendara Wijaya.
Kalau untuk transaksi atau membeli barang di tokoh, nyaris tidak ada kendala, karena rata-rata pekerjanya orang Indonesia dan Malaysia sehingga komunikasi nyambung.
Namun kalau di jalan, atau saat ingin bertanya tempat atau pasar atau hotel, barulah menggunakan bantuan google translate . “Memang sih, sedikit repot,” katanya.
Kontributor sripo melihat cara penggunaan aplikasi google translate. Vicktor membuka aplikasi dengan merekam suaranya ke bahasa Indonesia, lalu secara langsung diterjemahkan ke dalam bahasa arab, lengkap dengan teks/tulisan dan dari sisi ejaan, dibuka melalui tombol speaker.
Abdurrahman (50), orang yang diajak bicara saat melihat teks dalam Arab dan mendengar speaker, ia hanya tersenyum dan menganggukan kepala tanda mengerti. Lalu Victor pun merekam perkataan Abdurrahman, dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Hasilnya, tepat. “Jadi begitulah, cara komunikasi dengan warga Madinah,” katanya.
Aplikasi google translate juga dipakai oleh RM Syukri, Jon Kenedy dan Ansyori. Ketika Jemaah hasil asal Palembang ini mencoba berkomunikasi dengan Jemaah haji asal Turki.
Hingga akhirnya berfoto bersama (selfie) di depan pintu Masjidi Nabawi. Kendati begitu, tidak semua Jemaah haji asal Negara lain mau diajak berkomunikasi. “Ada yang tak mau, bakhkan ada yang terkesan takut saat diajak bicara dan suaranya direkam di google translate,” kata RM Syukri, seraya menambahkan, baginya penggunaan google translate adalah hal baru dan untuk pertama kali diujicoba di Madinah dan rencanakan juga akan dipakai di Mekkah.
“Kalau terdesak, baru terpaksa pakai google translate. Karena cukup repotjuga,” kata Syukri.
Sementara di Palembang, Kamis (11/7) Jemaah haji tergabung di Kloter 5 pukul 10.00 diterbangkan menuju Madinah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/turki.jpg)