Berita Palembang

Adik Bunuh Kakak Ipar, Diduga Dendam Lama Ternyata Begini Kronologinya

Mahendra (34) warga KH Wahid Hasyim, Lorong Terusan I Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU, I Palembang

Adik Bunuh Kakak Ipar, Diduga Dendam Lama Ternyata Begini Kronologinya
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
Kanit Tekab 134, Polresta Palembang, Iptu Tohirin, ketika mendatangi RS Bari, Guna mengamankan tersangka, Buslim (22), yang sudah melakukan penusukan terhadap kakak iparnya, Mahendra, yang menyebabkan korban meninggal dunia, tadi Malam. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Mahendra (34) warga KH Wahid Hasyim, Lorong Terusan I Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU, I Palembang akhirnya merengang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Buslim (22).

Parahnya Mahendra tewas ditangan adik ipar sendiri dengan mengalami luka tusuk di bagian punggung kanan belakang dan leher bagian kiri, sedangkan Buslim harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bari Palembang karena mengalami luka tusuk bagian punggung.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Tim Khusus Anti Bandit (Tekan) 134, Iptu Tohirin membenarkan adanya duel maut antara korban Mahendra dengan adik iparnya.

"Setelah kita mendapatkan informasi adanya duel maut tersebut yang terjadi pada Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 20.00 dirumah korban, kita langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pihak Polsek dan Indent Inafis Polresta Palembang. Dan mendapati Mahendra sudah tidak bernyawa dan pelaku Buslim mengalami luka tusuk," ungkapnya, Sabtu (6/7/2019).

Hingga kini, pelaku sendiri sedang menjalani perawatan di RS Bari Palembang karena mengalami luka tusuk akibat duel yang terjadi tersebut.

"Duel antara Mahendra dan sang adik ipar ini diduga akibat dendam lama antara korban dan pelaku hingga mengakibatkan korban meninggal ditempat karena luka yang dialaminya tersebut," katanya.

Informasi yang dihimpun, motif dendam ini terjadi pada lima bulan yang lalu dimana pelaku menegur korban karena perlakuannya kasar kepada istrinya Novianti yang tidak lain kakak dari pelaku.

Sehingga pada Jumat (5/7) sekitar pukul 20.00, pelaku sedang santai duduk di teras, kemudian didatangi korban dengan membawa Sajam jenis pisau.

Kemudian pelaku berlari dan dikejar korban dan mengeluarkan pisau ke arah pelaku yang mengenai punggung hingga terjatuh.

"Disaat terjatuh ini pelaku menemukan besi dengan ukuran 100 cm, dan langsung memukul korban hingga pisau yang dipegang terlepas," bebernya.

Setelah itu, pisau diambil pelaku dan langsung menusukkannya ke arah punggung kanan belakang serta leher bagian kiri hingga korban meninggal ditempat.

"Untuk kasus ini pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan hukuman penjara tujuh tahun penjara. Selain itu kita juga mengamankan barang bukti sajam jenis pisau milik korban dan besi berukuran 100 cm," ungkapnya.

BERITA HAJI: Kemas Chandra, Jemaah Haji Termuda Asal Sumatera Selatan, Kawal Orang Tua Naik Haji

300 Jimny Katana Peserta Jamregsum 2 Serbu Bumi Perkemahan Cadika Palembang

Harga Daging Ayam Potong di Pasar Tradisional Kabupaten PALI Tiba-tiba Naik, Pembeli Sepi

Penulis: Andi Wijaya
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved